Arasa Sociopreneur Serahkan Rumah Magot ke SMK AlKarimiyah

  • 30 Jan 2026 17:37 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Arasa Sociopreneur Sumenep bersama komunitas Marangi Berseri menyerahkan dua instalasi rumah magot kepada SMK Al Karimiyah, sebagai bagian dari upaya mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, khususnya sampah organik, di lingkungan sekolah, pada Rabu 28 Januari 2026.

Founder Arasa Sociopreneur Sumenep, Machalafri Iskandar mengatakan, SMK Al Karimiyah merupakan salah satu sekolah yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam pengelolaan sampah, bahkan telah berkolaborasi sejak tahun 2021 dalam program sedekah sampah dan beasiswa sedekah sampah yang berfokus pada pengelolaan sampah anorganik.

“SMK Lekarimia ini salah satu contoh sekolah yang memiliki komitmen tinggi untuk bisa mengelola sampah dari sumbernya. Terbukti sejak tahun 2021 kami sudah berkolaborasi dalam program sedekah sampah dan beasiswa sedekah sampah,” ujar Machalafri.

Rumah Magot yang sudah ada di SMK Al Karimiyah

Afri menambahkan, melalui penyerahan rumah magot tersebut, SMK Lekarimia kini mulai memperluas pengelolaan sampah dengan mengolah sampah organik melalui budidaya magot sebagai sumber pakan. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan semangat Arasa Sociopreneur sebagai pegiat lingkungan yang secara konsisten melakukan edukasi dan aksi nyata pengelolaan sampah.

“Hari ini SMK Lekarimia ingin lebih jauh lagi, tidak hanya mengelola sampah anorganik, tetapi juga sampah organik melalui budidaya makanan,” katanya.

Machalafri berharap keberadaan rumah magot di SMK Lekarimia dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain, khususnya di lingkungan Pondok Pesantren Lekarimia, serta sekolah-sekolah di Kabupaten Sumenep secara umum.

“Harapannya, ini bisa menjadi contoh baik bagi sekolah-sekolah lain, agar semakin banyak generasi muda yang sadar dan peduli terhadap sampahnya,” ucapnya.

Menurut Afri, meningkatnya kesadaran masyarakat dan generasi muda dalam memilah dan mengelola sampah dari sumbernya diharapkan dapat mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

“Ketika semakin banyak yang sadar, maka volume sampah yang masuk ke TPA akan semakin berkurang. Itu menjadi tujuan utama dari setiap edukasi dan aksi lingkungan yang selalu kami lakukan,” ujarnya.

Founder Arasa Sociopreneur Sumenep Machallafri Iskandar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....