BPPSDMP dan BPS Ubinan Kacang Tanah di Saronggi

  • 30 Jan 2026 11:32 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Tim penyuluh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI Wilayah Kerja Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, melaksanakan kegiatan ubinan pada komoditas kacang tanah di Kecamatan Saronggi. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) sebagai upaya meningkatkan akurasi dan keselarasan data produksi pertanian.

Ubinan merupakan salah satu teknik pengukuran hasil produksi tanaman yang dilakukan secara langsung di lahan, dengan mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh BPS. Melalui metode ini, data produktivitas diharapkan lebih valid dan bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan pertanian.

Katimker Penyuluh Pertanian BPPSDMP Kementan RI Wilayah Kerja Kabupaten Sumenep Dewo Ringgih menjelaskan, sinergitas antara penyuluh pertanian dan BPS menjadi kunci dalam menghasilkan data pertanian yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Ubinan ini wajib dilakukan secara sinergis dengan BPS agar data yang dihasilkan benar-benar akurat dan selaras. Data tersebut nantinya menjadi rujukan penting dalam perencanaan dan evaluasi program pertanian,” ujar Dewo Ringgih, Jumat 30 Januari 2026.

Ia menyampaikan, hasil ubinan pada komoditas kacang tanah di Kecamatan Saronggi menunjukkan berat ubinan sebesar 1,62 kilogram. Jika dikonversikan dalam satuan hektare, potensi produktivitasnya mencapai sekitar 2,59 ton per hektare.

“Hasil ini menunjukkan bahwa kacang tanah memiliki potensi yang sangat baik di Kabupaten Sumenep, khususnya di wilayah Saronggi,” ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Dewo Ringgih mengungkapkan, kacang tanah merupakan salah satu komoditas unggulan kawasan di Kabupaten Sumenep yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pertanian RI. Hal tersebut tidak lepas dari keunggulan spesifik lokasi serta kemampuan tanaman kacang tanah untuk beradaptasi dengan kondisi iklim di wilayah Madura.

“Kacang tanah memiliki daya adaptasi yang baik terhadap iklim dan karakter lahan di Madura. Karena itu, komoditas ini tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Sumenep dan memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan,” ucapnya.

Dengan kegiatan ubinan ini, diharapkan data produksi kacang tanah di Kabupaten Sumenep semakin akurat serta mampu mendukung penguatan peran komoditas unggulan daerah dalam meningkatkan kesejahteraan petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....