Pemeliharaan Padi di Sumenep Manfaatkan Teknologi Drone

  • 28 Jan 2026 16:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kota Sumenep bersama Maksitani melaksanakan kegiatan penyemprotan tanaman padi menggunakan teknologi drone di lahan milik Idris, petani Desa Parsanga yang berada di kawasan hamparan Kacongan, Kabupaten Sumenep.

Koordinator Penyuluh BPP Kota Sumenep, Delly Hos Kapila, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan pada tanaman padi yang telah berumur sekitar 25 hari setelah tanam (HST), dengan luas lahan kurang lebih 0,16 hektare.

“Kegiatan penyemprotan ini tetap didampingi oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (PPOPT) Kecamatan Kota Sumenep,” kata Delly, Senin 26 Januari 2026. 

Para PPL dan Petani saat menggunakan Teknologi Drone.

Ia menyampaikan, penyemprotan dilakukan menggunakan beberapa formulasi sekaligus dalam satu kali aplikasi, di antaranya pupuk daun, insektisida, fungisida, bioaktivator, serta perekat khusus. Menurutnya, input sarana produksi tersebut disesuaikan dengan fase pertumbuhan tanaman dan hasil temuan OPT di lapangan.

“Ketertarikan petani terhadap teknologi drone ini karena dinilai lebih efektif dan efisien. Sekali semprot bisa menambahkan beberapa formulasi, sehingga pemeliharaan tanaman menjadi lebih optimal,” ujarnya.

Delly menambahkan, kerja sama BPP Kecamatan Kota Sumenep dengan Maksitani saat ini telah menjangkau tiga desa, yakni Pangarangan, Kacongan, dan kolor. Teknologi ini, kata dia, menjadi solusi atas keterbatasan tenaga kerja penyemprotan yang kerap dihadapi petani.

“Dengan kemudahan yang dihadirkan, teknologi ini sangat membantu petani yang sibuk atau kesulitan mencari tenaga kerja. Harapannya, hasil panen bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Koordinator BPP Kota Sumenep Delly Hos Kapila bersama Petani saat memberikan penyuluhan untuk penggunaan Teknologi drone.

Ia juga menilai, penerapan penyemprotan menggunakan drone dapat menjadi percontohan bagi petani lainnya dalam upaya pengendalian tanaman secara tepat sasaran dan berkelanjutan.

“Ini bukan hanya soal teknologi, tetapi bagaimana petani bisa mendapatkan solusi pemeliharaan tanaman yang lebih efektif sesuai kondisi di lapangan.” Katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....