Warga Bluto Peringati Isra Mi’raj dengan Bedah Buku

  • 17 Jan 2026 17:38 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep _ Dalam rangka memperingati momentum agung Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, komunitas Campoan Misel dan Naji menyelenggarakan kegiatan bedah buku pada Jumat, 16 Januari 2026. Kegiatan tersebut digelar di Desa Errabu, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep.

Bedah buku yang mengangkat karya berjudul Berjumpa Allah di Pasar itu menghadirkan langsung salah satu penulisnya, Habibullah Salman. Acara itu menjadi bagian dari ikhtiar intelektual dan spiritual masyarakat dalam memaknai peristiwa Isra Mi’raj melalui pendekatan literasi dan diskusi keislaman.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Istighfar Rajab yang dipimpin oleh Katib MWC NU Bluto, K. Fathorazi. Amaliah tersebut dilakukan sebagai bentuk pengamalan tradisi ulama salafus shalih sekaligus permohonan ampunan dan keberkahan.

“Semoga dengan pembacaan Istighfar Rajab ini kita mendapatkan keberkahannya dan senantiasa dibimbing Allah SWT dalam menapaki perjalanan hidup,” ujar K. Fathorazi dalam sambutannya.

Usai pembacaan istighfar, acara dilanjutkan dengan sesi bedah buku. Habibullah Salman yang merupakan alumni Pondok Pesantren Annuqayah memaparkan latar belakang penulisan buku serta sumber rujukan dan pendekatan pemikiran yang digunakannya.

Menurutnya, buku tersebut banyak disusun berdasarkan konsensus pemikiran Ibnu ‘Arabi, dengan penekanan pada kesadaran tauhid yang mendalam serta pengalaman batin dalam menyaksikan kehadiran Allah SWT di balik seluruh wujud kehidupan.

“Dalam kajian tasawuf terdapat beberapa lapisan batin manusia saat menapaki jalan menuju Rabbi-nya, mulai dari shadr, qalb, fuad, hingga lubb,” ujarnya sambil menjelaskan masing-masing tingkatan tersebut.

Diskusi berlangsung hangat dan penuh keakraban dengan dipandu Ketua STIQNIS, Mujahid Ansori, sebagai pemantik diskusi. Ia menegaskan bahwa dalam berbagai literatur, tasawuf memiliki dua fondasi besar, yakni tasawuf teoritis dan tasawuf falsafi. Meski dalam perkembangannya muncul beragam pemikiran baru namun masih menimbulkan pro dan kontra.

"Semoga acara diskusi ini menjadu bagian dari ikhtiar kolektif dalam mencari rida Allah,"harapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....