BMKG Minta Waspada Cuaca Ekstrem di Perairan Surabaya-Bangkalan

  • 20 Des 2025 05:27 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Masyarakat Madura diimbau untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Selat Madura, khususnya jalur Surabaya–Madura. Berdasarkan pantauan laman resmi BMKG Jawa Timur, kondisi cuaca terpantau tidak menentu sejak pagi hari.

BMKG mencatat, pada pukul 08.00 WIB cuaca di perairan Selat Madura didominasi awan tebal dengan suhu udara 27 derajat Celsius dan tingkat kelembapan mencapai 83 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 knot dan hembusan hingga 11 knot. Gelombang laut masih terpantau tenang dengan ketinggian sekitar 0,1 meter, sementara arus bergerak ke arah barat dengan kecepatan 54 sentimeter per detik dan jarak pandang mencapai 10 kilometer.

Memasuki pukul 09.00 WIB, kondisi berawan tebal masih bertahan. Suhu udara meningkat menjadi 28 derajat Celsius dengan kelembapan 80 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 3 knot dan hembusan hingga 12 knot. Gelombang laut tetap tenang di kisaran 0,1 meter, dengan arus mengarah ke barat laut berkecepatan 70 sentimeter per detik serta jarak pandang 10 kilometer.

Pada pukul 10.00 WIB, cuaca berawan tebal masih mendominasi perairan. Suhu udara tercatat 28 derajat Celsius dengan kelembapan 76 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 3 knot dan hembusan mencapai 12 knot. Gelombang laut tetap tenang, sementara arus laut mengarah ke barat laut dengan kecepatan 82 sentimeter per detik dan jarak pandang masih 10 kilometer.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, awan tebal masih menyelimuti perairan Selat Madura. Suhu udara 28 derajat Celsius dengan kelembapan 77 persen. Angin bertiup dari arah barat dengan kecepatan 3 knot dan hembusan meningkat hingga 15 knot. Gelombang laut tetap tenang, dengan arus mengarah ke barat-timur berkecepatan 84 sentimeter per detik serta jarak pandang 10 kilometer.

Sementara itu, pada pukul 12.00 WIB BMKG memprakirakan potensi petir di wilayah perairan tersebut. Suhu udara tercatat 28 derajat Celsius dengan kelembapan 78 persen. Angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan 8 knot dan hembusan hingga 15 knot. Gelombang laut masih terpantau tenang, dengan arus bergerak ke arah barat-timur berkecepatan 77 sentimeter per detik dan jarak pandang 10 kilometer.

Dengan kondisi cuaca tersebut, masyarakat Madura, khususnya nelayan dan pengguna jasa transportasi laut, diimbau untuk menunda perjalanan apabila tidak bersifat mendesak. Selain itu, masyarakat juga diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan banjir rob, serta selalu memantau perkembangan informasi cuaca terkini melalui situs resmi BMKG.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....