Santri Annuqayah Lubangsa Putri Raih Penghargaan Bergengsi di Singapura

  • 06 Mar 2025 20:17 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri kembali mencatat prestasi membanggakan di tingkat internasional.

Dua santri berbakat, Wildatul Munawaroh dan Faizah Aulia Shafira, berhasil masuk dalam jajaran "Top 5 Debaters" pada ajang Singapore Interschool Arabic Debate Championship (SIADC) 2025 yang berlangsung di Singapura pada 21-24 Februari 2025.

Dari lima debater terbaik yang terpilih, dua di antaranya berasal dari Indonesia dan keduanya merupakan perwakilan dari Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri. Selain prestasi individu, pesantren ini juga meraih penghargaan sebagai "Top 20 Schools" dalam kompetisi bergengsi tersebut. Prestasi ini menambah kebanggaan besar bagi pesantren dan Indonesia.

SIADC adalah kompetisi debat Bahasa Arab tingkat ASEAN yang diselenggarakan oleh Munazarah Singapore, bekerja sama dengan Muhammadiyah Islamic College (MIC) Singapore, Madrasah Isyad Zuhri Singapore, dan National Youth Council.

Dalam ajang ini, Annuqayah Lubangsa Putri mengirimkan dua tim, masing-masing Tim A dan Tim B. Tim B berhasil melaju ke babak kualifikasi dan menjadi satu-satunya tim yang mewakili Indonesia di babak final.

"Alhamdulillah, tim kami berhasil menembus Top 20 Schools dan dua anggotanya berhasil masuk Top 5 Debaters berdasarkan akumulasi nilai dari juri. Ini adalah kebanggaan besar bagi pesantren dan Indonesia," kata ketua pengurus sekaligus pendamping kompetisi, Ustazah Faizatin, Kamis (6/3/2025).

Sementara pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa, KH. Muhammad Shalahuddin, A. Warits Ilyas Asy-Syarqawi memberikan apresiasi terhadap pencapaian para santri.

"Kami sangat bangga dengan prestasi mereka. Walaupun kompetisi ini diadakan di luar negeri, mereka mampu bersaing dan meraih penghargaan. Semoga ini bisa menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk terus berkembang," tutur KH. Muhammad Shalahuddin, A. Warits Ilyas Asy-Syarqawi.

Pencapaian di SIADC 2025 ini bukanlah yang pertama bagi pesantren. Sebelumnya, santri Annuqayah Lubangsa Putri juga telah mengukir berbagai prestasi di ajang internasional, seperti lomba pidato Bahasa Arab, Ghina’ Arabi (Nyanyian Arab), dan Call for Papers di konferensi internasional.

Dengan prestasi yang terus diraih, pesantren berharap ajang kompetisi semacam ini dapat menjadi motivasi bagi santri untuk terus mengasah minat dan bakat mereka, tanpa mengabaikan pendidikan agama yang menjadi dasar utama di pesantren.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....