Hilal Tidak Terlihat, Kemenag Sumenep Imbau Tunggu Putusan Menag Pusat

  • 19 Mar 2026 19:14 WIB
  •  Sumenep
Poin Utama
  • Hilal
  • Rukyatul Hilal

RRI.CO.ID, Sumenep - Kementerian Agama Kabupaten Sumenep menggelar kegiatan rukyatul hilal sebagai bagian dari proses penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di Pantai Taneros pada Kamis 19 Maret 2026 sore. Kegiatan ini menjadi salah satu titik pemantauan resmi yang dilakukan secara serentak di berbagai daerah di Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pelaksanaan rukyatul hilal tersebut melibatkan tim gabungan dari berbagai instansi, di antaranya Kemenag Sumenep, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Pengadilan Agama Sumenep, serta perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam. Kehadiran berbagai pihak ini bertujuan untuk memastikan proses pengamatan berjalan objektif, akurat, dan sesuai dengan kaidah ilmiah serta syariat.

Sejak sore hari, tim telah bersiap di lokasi dengan membawa sejumlah peralatan optik seperti teleskop dan alat bantu pemantau hilal lainnya. Pengamatan dilakukan secara intensif menjelang waktu matahari terbenam, mengingat momen tersebut merupakan waktu krusial untuk melihat kemunculan hilal di ufuk barat.

Namun demikian, hingga waktu pengamatan berakhir, hilal tidak berhasil terlihat. Hal ini disebabkan oleh kondisi cuaca yang kurang mendukung, di mana langit tampak mendung dan tertutup awan tebal sehingga menghalangi pandangan ke arah ufuk barat. Situasi ini menjadi kendala utama dalam proses rukyat di lokasi tersebut.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep melalui Kasi Bimas Islam, Moh. Mabrur, menjelaskan bahwa hasil pengamatan yang tidak menemukan hilal tetap memiliki nilai penting. Menurutnya, seluruh hasil rukyat, baik yang berhasil melihat hilal maupun yang tidak, tetap didokumentasikan secara resmi dan dilaporkan ke Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur.

“Laporan dari Sumenep ini nantinya akan digabungkan dengan hasil rukyatul hilal dari berbagai daerah lain di Indonesia. Semua data tersebut menjadi bahan pertimbangan dalam sidang isbat,” ujarnya, Kamis 19 Maret 2026.

Ia menambahkan bahwa keputusan penetapan awal 1 Syawal 1447 Hijriah sepenuhnya akan ditentukan melalui sidang isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada malam hari. Sidang tersebut melibatkan para ulama, ahli astronomi, serta perwakilan organisasi Islam untuk membahas hasil rukyat dan perhitungan hisab secara komprehensif.

Lebih lanjut, Moh. Mabrur mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menunggu hasil resmi dari pemerintah terkait penentuan Hari Raya Idul Fitri. Ia juga mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan saling menghormati apabila terdapat perbedaan dalam penentuan awal Syawal.

Dengan adanya kegiatan rukyatul hilal ini, diharapkan proses penentuan awal bulan Hijriah dapat berjalan dengan transparan, akurat, dan dapat diterima oleh seluruh umat Islam di Indonesia.

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....