Jangan Salah Kaprah! Ini Hukum Qadha Sholat Tarawih
- 18 Mar 2026 14:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pelaksanaan sholat Tarawih selama bulan Ramadan menjadi ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Namun, masih banyak masyarakat yang mempertanyakan hukum mengganti atau qadha sholat Tarawih ketika terlewat.
Hal ini ditanyakan oleh pendengar melalui telepon saat Semanis Kurma Pro1 RRI, Selasa, 17 Maret 2026. “Bagaimana seandainya dulu-dulu sering tidak sholat tarawih, bolong-bolong. Apakah boleh sekarang di qodha atau bagaimana ustadz?,” Tanya Roni di Kolpo.
Kasi PAIS Kantor Kementerian Agama (Kenemag) Kabupaten Sumenep, Ustadz Ahmad Said Samsuri, narasumber diacara tersebut menjelaskan bahwa sholat Tarawih termasuk ibadah sunnah muakkadah. Artinya, ibadah ini sangat dianjurkan untuk dikerjakan tetapi tidak berdosa jika ditinggalkan.
“Berbeda dengan sholat wajib, Tarawih tidak memiliki kewajiban untuk diqadha. Hal ini karena sholat Tarawih hanya dikerjakan pada malam hari di bulan Ramadan. Dalam pandangan ulama seperti Mazhab Syafi'i, seseorang yang terlewat sholat Tarawih masih diperbolehkan menggantinya selama masih dalam waktu malam yang sama. Namun, jika waktu sudah berlalu hingga siang hari maka tidak ada anjuran khusus untuk menggantinya sebagai Tarawih, apalagi yang sudah lalu,” katanya menjelaskan
Menurut Ustadz Said, umat Islam tetap bisa mengisi waktu dengan ibadah sunnah lain seperti sholat malam atau qiyamul lail. Ibadah tersebut tetap memiliki keutamaan besar meskipun tidak dihitung sebagai Tarawih.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak merasa terbebani jika tidak sempat melaksanakan Tarawih. Justru yang lebih penting adalah menjaga konsistensi ibadah dan meningkatkan kualitas keimanan selama Ramadan.
Ustadz Said berharap umat Islam dapat memahami hukum ini dengan bijak. Dengan begitu, Ramadan dapat dijalani dengan penuh ketenangan dan tetap produktif dalam beribadah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....