Kisah Perjuangan Menghidupkan Masjid di Era Digital

  • 17 Mar 2026 19:11 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah perkembangan teknologi dan media sosial yang begitu pesat, tantangan dakwah ikut berubah. Masjid yang dahulu selalu ramai dengan kegiatan keagamaan kini di beberapa tempat mulai sepi, terutama di kalangan generasi muda. Banyak anak muda lebih akrab dengan gawai dibandingkan datang ke masjid.

Namun kondisi tersebut justru melahirkan semangat baru bagi sebagian pengurus masjid. Salah satunya di Masjid Bani Hasan Sumenep. Takmir masjid bani Hasan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana dakwah. Media sosial seperti Instagram, Facebook dan TikTok dijadikan alat untuk menyebarkan kajian, pengumuman kegiatan masjid, hingga siaran langsung ceramah.

“Ini langkah yang kami lakukan, ketika mengadakan kajian daring atau live streaming, melalui medsos yang kami punya seperti Instagram, Facebook dan TikTok. Sehingga jamaah yang tidak sempat hadir tetap dapat mengikuti pengajian dari rumah. Bahkan, kegiatan seperti tadarus, diskusi keislaman, dan program sedekah kini dapat dikoordinasikan melalui grup pesan digital,” kata H. Syamsul Arifin, Ketua Takmir Masjid Bani Hasan Sumenep, saat menjadi narasumber Kisah Unik Ramadan (KURMA) Pro1 RRI, Senin, 16 Maret 2026.

Syamsul menambahkan, upaya lain yang dilakukan adalah membentuk tim kreatif masjid yang berisi anak muda. Mereka bertugas mengelola media sosial, membuat desain poster digital, hingga mempromosikan kegiatan masjid. Dengan cara ini, generasi muda merasa lebih memiliki masjid sebagai ruang berkumpul yang positif.

Perjuangan menghidupkan masjid di era digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang pendekatan yang relevan dengan zaman. Dakwah tetap berpegang pada nilai-nilai agama, namun metode penyampaiannya mengikuti perkembangan masyarakat.

“Melalui penyebaran dakwah secara digital, hal yang paling dirasakan dampaknya kepada masjid adalah tumbuhnya donatur ghaib, yakni mereka yang bukan jamaah masjid, tapi mau mendonasikan hartanya untuk masjid kami.” katanya

Kolaborasi antara ulama, pengurus masjid, dan generasi muda, masjid dapat kembali menjadi pusat kegiatan umat. Teknologi yang sebelumnya dianggap menjauhkan masyarakat dari masjid justru dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan kembali umat kepada rumah ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....