“Lebaran Blues”, ketika Momen Idulfitri Justru Memicu Perasaan Sedih
- 16 Mar 2026 10:36 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Hari Raya Idulfitri identik dengan kebahagiaan, kebersamaan keluarga, serta suasana saling memaafkan. Namun di balik kemeriahan tersebut, sebagian orang justru mengalami kondisi emosional yang dikenal sebagai Lebaran blues.
Istilah ini merujuk pada perasaan sedih, kosong, atau tertekan yang muncul menjelang maupun setelah Lebaran. Dalam kajian psikologi, kondisi ini serupa dengan fenomena Post-holiday blues yang sering terjadi setelah masa liburan atau perayaan besar berakhir.
Lebaran blues bisa dialami oleh siapa saja. Perasaan tersebut biasanya muncul karena ekspektasi terhadap perayaan Lebaran tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami seseorang.
Salah satu faktor yang sering memicu kondisi ini adalah tekanan sosial saat berkumpul bersama keluarga. Pertanyaan tentang pekerjaan, pernikahan, pendidikan, hingga kondisi ekonomi terkadang membuat sebagian orang merasa tidak nyaman atau bahkan tertekan.
Selain itu, masalah finansial juga menjadi pemicu yang cukup umum. Kebutuhan menjelang Lebaran seperti biaya mudik, membeli pakaian baru, hingga berbagai keperluan keluarga dapat menimbulkan tekanan ekonomi bagi sebagian masyarakat.
Rasa kehilangan juga dapat memperkuat munculnya Lebaran blues. Bagi orang yang baru saja kehilangan anggota keluarga atau tidak dapat berkumpul dengan orang terdekat, suasana Lebaran justru dapat memunculkan kesedihan yang mendalam.
Meski demikian, kondisi ini biasanya bersifat sementara. Para ahli menyarankan agar masyarakat tidak terlalu membebani diri dengan ekspektasi yang tinggi terhadap perayaan Lebaran, serta lebih fokus pada makna spiritual Idulfitri sebagai momentum refleksi dan mempererat hubungan dengan sesama.
Dengan memahami fenomena ini, masyarakat diharapkan dapat lebih peka terhadap kondisi emosional diri sendiri maupun orang lain. Lebaran pada akhirnya tidak hanya tentang kemeriahan perayaan, tetapi juga tentang saling memahami dan memberi dukungan kepada sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....