Pemkab Sumenep Gelar Lelang Tani Perdana Perkuat Kesejahteraan Petani Lokal

  • 12 Mar 2026 09:33 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pemerintah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, resmi memulai babak baru dalam sistem perdagangan hasil pertanian melalui penyelenggaraan Lelang Tani perdana di kawasan Pasar Anom Baru, Rabu malam, 11 Maret 2026. Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus menjaga stabilitas harga komoditas pangan di tingkat daerah.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sumenep. Pada pelaksanaan perdana, dua komoditas unggulan yakni bawang merah dan cabai merah menjadi produk utama yang ditawarkan kepada para pedagang dan pelaku usaha.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid, yang mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa inovasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini adalah bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam menciptakan sistem perdagangan yang transparan.

“Lelang tani ini menjadi bukti nyata kerja dan inovasi pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian. Kami sangat mengapresiasi kolaborasi antar-OPD yang menghadirkan terobosan seperti ini,” ujar Abdul Madjid.

Sementara itu, Kepala DKPP Kabupaten Sumenep, Chainur Rasyid, merinci bahwa dalam lelang perdana tersebut pihaknya menyediakan satu kuintal bawang merah varietas unggulan dan 500 kilogram cabai merah hasil produksi petani lokal. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan fondasi untuk membangun ekosistem pasar yang lebih kompetitif.

“Pada lelang perdana ini kami menghadirkan dua komoditas utama, yaitu bawang merah varietas unggulan sebanyak satu kuintal dan cabai merah sekitar 500 kilogram,” kata Chainur Rasyid.

Kepala Bidang Perdagangan Diskopindag Sumenep, Idham Khalid, menambahkan bahwa ke depan program ini akan dikembangkan agar melibatkan lebih banyak komunitas dan pelaku usaha.

“Pemerintah daerah merencanakan lelang tani ini menjadi agenda rutin setiap minggu di kawasan bundaran Pasar Anom setelah momentum Hari Raya Idulfitri guna memangkas rantai distribusi yang panjang,” ungkap Idham Khalid.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....