"Jejak Sunah" Dari Kurma Nabi hingga Tradisi Takjil Manis
- 07 Mar 2026 08:28 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Berbuka puasa dengan makanan atau minuman manis menjadi kebiasaan yang sangat akrab bagi umat Muslim. Di berbagai negara, menu takjil manis hampir selalu hadir saat azan Magrib berkumandang. Kebiasaan ini tidak muncul begitu saja, melainkan berakar dari praktik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad ketika mengakhiri puasa.
Dalam sejumlah hadis disebutkan bahwa Rasulullah memiliki kebiasaan berbuka dengan kurma. Riwayat ini disampaikan oleh sahabat Anas bin Malik dan tercatat dalam kitab Sunan Abu Dawud serta Jami' at-Tirmidzi. Dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah biasanya berbuka dengan beberapa butir kurma segar sebelum melaksanakan salat Magrib. Jika kurma segar tidak tersedia, beliau menggunakan kurma kering, dan bila tidak ada juga maka beliau cukup meminum air.
Hadis tersebut berbunyi, “Rasulullah biasa berbuka dengan kurma segar sebelum salat. Jika tidak ada, beliau berbuka dengan kurma kering. Jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air.” Riwayat ini sering dijadikan dasar bahwa memulai berbuka dengan sesuatu yang manis, terutama kurma, merupakan sunah yang dianjurkan.
Selain itu, Rasulullah juga menekankan pentingnya menyegerakan berbuka puasa. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Sahl bin Sa'd dalam kitab Sahih al-Bukhari disebutkan, “Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” Hadis ini menegaskan bahwa berbuka tepat waktu merupakan bagian dari adab berpuasa.
Seiring perjalanan waktu, praktik berbuka dengan kurma berkembang menjadi tradisi kuliner di berbagai masyarakat Muslim. Di Timur Tengah, kurma tetap menjadi menu utama berbuka puasa. Sementara di Indonesia, masyarakat menghadirkan beragam hidangan manis seperti kolak, es buah, atau minuman sirup sebagai pembuka puasa.
Meski bentuk makanannya berbeda, esensi tradisi tersebut tetap sama. Hidangan manis dianggap mampu mengembalikan energi setelah tubuh menahan lapar dan haus selama berjam-jam. Kandungan gula alami pada kurma, misalnya, cepat diserap tubuh sehingga membantu memulihkan tenaga.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana sunah Nabi tidak hanya menjadi pedoman ibadah, tetapi juga memengaruhi budaya kuliner umat Muslim di berbagai belahan dunia. Dari kurma sederhana yang dimakan Rasulullah, lahirlah beragam tradisi takjil yang memperkaya suasana berbuka puasa setiap Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....