Jangan Remehkan Puasa Ramadan, Ini Peringatannya
- 03 Mar 2026 10:25 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Berpuasa adalah kewajiban umat Islam pada bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Puasa melatih kesabaran dan ketakwaan.
Secara spiritual, puasa membentuk pengendalian diri. Rasa lapar dan haus menjadi latihan keikhlasan. Umat Islam didorong memperbaiki ibadah dan akhlak.
Dalam program Tauladan Senin, 2 Maret 2026, K. Zamzami Zabiq menegaskan pentingnya kesungguhan. Ia menyampaikan puasa setengah hari karena capek tidak sah. Puasa wajib harus penuh dari terbit fajar hingga magrib.
Ia mengingatkan, membatalkan puasa tanpa uzur termasuk dosa. Alasan lelah, lapar, atau haus tidak dibenarkan. Selama seseorang masih mampu menjalankannya.
Rasulullah SAW bersabda tentang beratnya meninggalkan puasa tanpa alasan. Satu hari yang ditinggalkan tidak terganti puasa setahun penuh. Ini menjadi peringatan agar tidak meremehkan puasa Ramadan.
Menurutnya, puasa harus dijalankan dengan serius. Umat Islam tidak boleh menganggapnya main-main. Kesungguhan menjadi bukti ketaatan kepada Allah SWT.
Namun, Islam adalah agama adil dan penuh kasih. Ada kondisi tertentu yang memperbolehkan tidak berpuasa. Keringanan ini diberikan bagi yang memiliki uzur syar’i.
Di antaranya sakit berat yang membahayakan kesehatan. Safar jauh juga mendapat keringanan. Ibu hamil atau menyusui termasuk yang diperbolehkan.
Kondisi darurat medis juga menjadi alasan dibenarkan. Allah memerintahkan mengganti puasa pada hari lain.
Puasa Ramadan mengajarkan ketegasan dan kasih sayang. Ketegasan dalam kewajiban, kasih dalam keringanan. Umat Islam diharapkan menjalankannya dengan tanggung jawab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....