Kendalikan Lisan demi Sempurnakan Ibadah Ramadan
- 27 Feb 2026 15:54 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Bulan suci Ramadan menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk memperbaiki diri, tidak hanya dalam aspek ibadah ritual, tetapi juga dalam menjaga perilaku sehari-hari. Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Suyono, S.Pd.I, menekankan pentingnya menjaga lisan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesucian dan ketakwaan selama menjalankan ibadah puasa.
Dalam keterangannya di program Mutiara Pagi Ramadhan, Suyono menyampaikan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan ucapan yang dapat merusak nilai ibadah. Ia mengingatkan, banyak orang yang secara fisik berpuasa, namun lisannya masih terlibat dalam perkataan sia-sia, ghibah, maupun perdebatan yang tidak bermanfaat.
Menurutnya, menjaga lisan merupakan cerminan dari kebersihan hati. Ketika seseorang mampu mengontrol ucapannya, maka ia sedang melatih kesabaran dan kedewasaan spiritual. Ramadan, kata dia, adalah waktu yang tepat untuk membiasakan diri berkata baik atau memilih diam jika tidak ada manfaat yang dapat disampaikan.
Suyono juga menyoroti tantangan menjaga lisan di era digital. Ia menilai, penyebaran informasi yang belum tentu benar melalui media sosial termasuk bagian dari kelalaian dalam menjaga lisan. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menulis, berkomentar, dan membagikan informasi selama Ramadan.
| Baca juga: Tanggal 11 Ramadan, Awal Fase Maghfirah |
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tujuan utama puasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Ketakwaan tersebut tidak akan tercapai apabila seseorang masih mudah melontarkan kata-kata yang menyakiti orang lain. Oleh sebab itu, pengendalian diri dalam berbicara menjadi bagian penting dari proses penyucian jiwa.
Ia menambahkan, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdiskusi hal-hal yang bermanfaat dapat menjadi cara efektif untuk menjaga lisan tetap dalam koridor kebaikan. Dengan demikian, Ramadan benar-benar menjadi bulan pembinaan diri yang menyeluruh.
Melalui momentum Ramadan ini, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Sumenep itu berharap masyarakat mampu menjadikan menjaga lisan sebagai kebiasaan, tidak hanya selama bulan suci, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lisan yang terjaga, kesucian hati akan semakin kuat dan ketakwaan kepada Allah SWT semakin meningkat. (Dy)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....