Penyuluh Kemenag Sumenep: Temukan Kenikmatan Spiritual di Balik Lelahnya Tarawih

  • 27 Feb 2026 15:54 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Bulan Ramadan menghadirkan suasana yang berbeda bagi umat Islam, terutama saat menunaikan salat tarawih di malam hari. Di tengah rasa lelah setelah beraktivitas seharian dan berpuasa, justru tersimpan kenikmatan spiritual yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Hal ini disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Qumri Rahman, S.Pd, saat memberikan tausiyah di program Mutiara Pagi Ramadhan.

Menurut Qumri Rahman, tarawih bukan sekadar ibadah sunah yang dilaksanakan rutin setiap malam Ramadan, tetapi juga momentum untuk melatih keikhlasan dan keteguhan hati. Rasa lelah yang dirasakan jamaah, kata dia, merupakan bagian dari proses mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Justru di situlah letak kenikmatannya, ketika kita mampu melawan rasa malas dan letih demi beribadah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara fisik tubuh memang terasa lemah setelah seharian berpuasa. Namun secara batin, salat tarawih memberikan ketenangan dan kebahagiaan tersendiri. Kebersamaan dalam saf, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta doa-doa yang dipanjatkan menjadi energi ruhani yang memperkuat keimanan.

Lebih lanjut, Qumri menuturkan bahwa tarawih juga menjadi sarana mempererat ukhuwah Islamiyah. Masjid yang sebelumnya lengang, berubah menjadi penuh oleh jamaah dari berbagai kalangan usia. Anak-anak, remaja hingga orang tua bersama-sama meraih pahala di malam Ramadan, menciptakan suasana religius yang khas.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak menjadikan rasa lelah sebagai alasan meninggalkan tarawih. Menurutnya, keutamaan Ramadan hanya datang setahun sekali, sehingga setiap kesempatan ibadah sebaiknya dimanfaatkan secara maksimal. “Lelah itu sementara, tetapi pahala dan keberkahannya insyaallah kekal,” katanya.

Qumri juga mengingatkan agar ibadah tarawih tidak hanya dipahami sebagai rutinitas, melainkan sebagai kebutuhan spiritual. Dengan niat yang tulus dan hati yang khusyuk, setiap rakaat yang ditunaikan akan menghadirkan kedamaian batin dan memperkuat hubungan dengan Sang Pencipta.

Melalui momentum Ramadan, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Sumenep itu berharap masyarakat dapat menemukan makna terdalam dari setiap ibadah yang dijalankan. Termasuk merasakan kenikmatan dalam lelahnya tarawih, yang pada akhirnya membentuk pribadi lebih sabar, ikhlas, dan bertakwa. (Dy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....