Penyuluh Sumenep: Puasa Harus Beradab

  • 25 Feb 2026 12:32 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, umat Islam diingatkan untuk tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga adab serta akhlak selama menjalankan ibadah puasa. Hal tersebut disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, Wildiya Nushaifi, B.Sc., M.Ag, dalam keterangannya, Selasa, 25, februari 2026.

Menurut Wildiya, puasa Ramadan memiliki dimensi spiritual yang sangat luas, sehingga harus dijalankan dengan niat yang tulus semata-mata karena Allah SWT. Ia menegaskan bahwa niat menjadi fondasi utama agar ibadah puasa bernilai pahala dan membawa dampak perubahan diri yang lebih baik.

Selain niat, ia menekankan pentingnya menjaga lisan dan perilaku selama berpuasa. Umat Islam diimbau menghindari perkataan dusta, ghibah, fitnah, maupun perdebatan yang tidak bermanfaat. “Puasa bukan sekadar menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari segala hal yang dapat mengurangi pahala puasa,” ujarnya.

Wildiya juga mengingatkan agar umat Islam memperbanyak amal kebaikan selama Ramadan, seperti membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan mempererat silaturahmi. Ia menilai Ramadan merupakan momentum pembinaan diri yang efektif untuk meningkatkan ketakwaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam konteks kehidupan bermasyarakat, adab berpuasa juga tercermin pada sikap toleransi dan empati terhadap sesama. Ia mengajak umat Islam menjaga hubungan harmonis dengan tetangga, rekan kerja, serta masyarakat luas, termasuk menghormati mereka yang tidak berpuasa karena alasan syar’i.

Lebih lanjut, Wildiya menekankan pentingnya menjaga adab berbuka dan sahur, seperti menyegerakan berbuka ketika waktu Maghrib tiba serta tidak berlebihan dalam makan dan minum. Ia juga mengingatkan agar sahur tidak ditinggalkan karena mengandung keberkahan dan membantu kekuatan fisik dalam berpuasa.

Ia berharap umat Islam di Kabupaten Sumenep dapat menjadikan Ramadan tahun ini sebagai sarana perbaikan diri secara menyeluruh, baik secara spiritual maupun sosial. “Semoga Ramadan menjadi madrasah yang membentuk pribadi muslim yang sabar, jujur, dan berakhlak mulia,” pungkasnya. (Dy)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....