Praktisi Ekonomi Sebut Kenaikan Konsumsi Ramadhan Picu Pertumbuhan Ekonomi
- 24 Feb 2026 11:53 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Praktisi Ekonomi Madura, Hairul Umam, menilai peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan merupakan fenomena gejolak budaya yang rutin terjadi di Indonesia. Kondisi ini memicu inflasi meskipun secara harfiah frekuensi makan masyarakat berkurang menjadi dua kali sehari.
Peningkatan harga komoditas pada periode ini dipandang sebagai instrumen penting untuk menekan angka pengangguran melalui penguatan sektor produksi.
"Inflasi diperlukan agar produsen mendapatkan keuntungan lebih sehingga mereka terdorong menambah suplai dan menyerap tenaga kerja baru," ujarnya, saat menjadi narasumber di Sumenep Menyapa RRI, Selasa 24 Februari 2026.
Sisi permintaan yang melonjak tinggi saat Ramadhan menurut Hairul, membuat para produsen berlomba-lomba meningkatkan ketersediaan barang di pasar. Namun, efektivitas pengendalian harga ini sangat bergantung pada karakteristik dan aksesibilitas masing-masing wilayah di Madura.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa kendala transportasi menjadi faktor utama pembeda harga antara wilayah daratan dan kepulauan.
"Pemerintah Kabupaten Sumenep harus hadir memberikan perhatian khusus terhadap disparitas harga yang terjadi di wilayah daratan maupun kepulauan," katanya.
Selain itu fleksibilitas kebijakan impor juga dianggap perlu untuk menjaga stabilitas stok pangan jika terjadi kegagalan panen. Langkah strategis ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar agar pertumbuhan ekonomi tetap memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....