Terganggu Cuaca, Tim Rukyat Kemenag Tak Melihat Hilal
- 17 Feb 2026 21:56 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Sumenep melakukan rukyatul hilal untuk menentukan awal Ramadhan 1447 Hijriyah, di Pantai Taneros, Kecamatan Ambunten pada Selasa, 17 Februari 2026. Pemantauan hilal melibatkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), organisasi kemasyarakatan keagamaan, Pengadilan Agama (PA), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Pemkab Sumenep.
Rukyatul hilal menggubakan dua alat teleskop untuk melihat bulan sabit dari ufuk barat. Namun, Tim rukyat Kemenag, tidak melihat hilal. Kondisi cuaca berupa langit mendukung tidak mendukung terhadap proses pemantauan hilal.
"Setelah melakukan Rukyatul Hilal sore ini, hasilnya tidak terlihat. Hasil kegiatan ini akan kami laporkan ke Kemenag Provinsi Jatim," kata Kepala Kemenag Sumenep, Abd. Wasid, di lokasi.
Ia menegaskan, pihaknya belum dapat memutuskan awal Ramadhan 1447 secara langsung. Penentuan resmi tetap menunggu hasil sidang isbat yang digelar pemerintah pusat.
”Hasil rukyatul hilal yang dilakukan oleh tim hari ini, akan kami laporkan ke Kemenag RI melalui Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur, nanti akan menjadi dasar pada sidang isbat,” jelasnya.
Kemenag Sumenep tidak bisa menentukan awal Puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriyah. Apalagi, dalam hasil pemantauan, tidak terlihat adanya hilal.
"Untuk menentukan awal puasa Ramadan tetap menunggu hasil sidang isbat Kementerian Agama beserta seluruh ilmuwan dan para kiai," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Lembaga Falakiyah PCNU Sumenep, Moh Fathor Rois mengatakan, secara keilmuan hilal memang dipastikan tidak mungkin terlihat. Menurutnya, posisi hilal yang masih berada di bawah ufuk membuatnya secara astronomis tidak memenuhi kriteria visibilitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....