MUI Sumenep Imbau Umat Islam Hormati Perbedaan Penetapan 1 Ramadan
- 16 Feb 2026 17:30 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumenep mengimbau umat Islam untuk menyikapi secara bijak apabila terjadi perbedaan dalam penetapan 1 Ramadan.
Sekretaris MUI Sumenep, Musthafa, menyampaikan, potensi perbedaan awal puasa merupakan hal yang kerap terjadi, mengingat adanya sejumlah organisasi keagamaan yang memiliki metode penetapan masing-masing.
“Sebentar lagi kita akan masuk bulan suci Ramadan. Yang perlu disikapi oleh kita sebagai umat Islam adalah bagaimana jika terjadi perbedaan tentang 1 Ramadan. Ini perlu disikapi dengan baik,” ujar Musthafa
Menurutnya, keputusan pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan biasanya mengakomodasi berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan. Namun demikian, ada organisasi tertentu yang telah lebih dahulu menetapkan awal puasa berdasarkan metode yang mereka yakini.
“Paling tidak ini perlu sama-sama kita hormati, karena mungkin masing-masing memiliki dasar yang kuat,” katanya.
Musthafa menegaskan, perbedaan tersebut tidak seharusnya memicu perpecahan di tengah masyarakat. Ia mengingatkan agar umat Islam tidak saling mencela, mengejek, atau bahkan menghina pihak yang memulai puasa lebih awal maupun yang mengikuti keputusan pemerintah.
“Seandainya ada perbedaan tentang 1 Ramadan, mari kita tetap saling menghormati. Tidak boleh saling mencela, tidak boleh saling mengejek, apalagi sampai menghina. Ini yang tidak baik,” ucapnya tegas.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas dan ketertiban selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, Ramadan merupakan bulan yang dinanti-nantikan umat Islam, sehingga kesuciannya harus dijaga.
“Jangan sampai menodai kesucian bulan Ramadan. Mari kita sama-sama jaga kondusivitas dan ketenteraman dalam berpuasa,” ujarnya.
Terkait pelaksanaan rukyatul hilal, Musthafa menjelaskan bahwa MUI biasanya dilibatkan oleh Kementerian Agama dalam tim pemantauan. MUI, kata dia, akan mengikuti proses yang dilakukan pemerintah dan menghormati hasil keputusan yang ditetapkan.
“Kalau MUI biasanya diajak oleh Kemenag dalam satu tim. Kita menunggu upaya yang dilakukan Kemenag. Setelah itu, kita tetap menghormati apa yang menjadi keputusan pemerintah,” katanya.
Ia menambahkan, meskipun perbedaan penetapan awal Ramadan dapat terjadi, MUI tetap berupaya mengawal proses rukyatul hilal agar berjalan dengan baik.
Dengan imbauan tersebut, MUI Sumenep berharap umat Islam tetap menjaga persatuan dan kerukunan dalam menyambut serta menjalankan ibadah di bulan suci Ramadan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....