60 Tahun Puasa Gelar: Inggris Kembali Tumbang di Semifinal Piala Dunia

  • 16 Jul 2026 13:17 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep — Impian Inggris untuk kembali menjadi juara dunia setelah 60 tahun harus kandas lagi. Pada laga semifinal Piala Dunia 2026 yang digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Kamis dini hari WIB (16/07/26), Timnas Inggris takluk 1-2 dari Argentina lewat comeback dramatis di masa injury time.

Jalannya Pertandingan

Babak pertama berjalan ketat tanpa gol. Inggris asuhan Thomas Tuchel tampil lebih dominan dalam penguasaan bola, sementara Argentina mengandalkan pressing ketat ala Lionel Scaloni. Skor 0-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Inggris membuka keunggulan lewat gol Anthony Gordon di menit ke-55. Keunggulan itu bertahan cukup lama dan sempat membuat publik Inggris optimistis The Three Lions akan melaju ke final.

Namun Argentina tak menyerah. Enzo Fernandez menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat tendangan jarak jauh di menit ke-85. Drama belum selesai — di masa injury time, umpan silang Lionel Messi disambut sundulan Lautaro Martinez yang membawa Argentina berbalik unggul 2-1, skor yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan hasil ini, Argentina melaju ke final untuk menghadapi Spanyol, sementara Inggris harus puas berebut peringkat ketiga melawan Prancis.

Bayang-Bayang 1966 yang Tak Kunjung Terulang

Kekalahan ini menambah panjang catatan pahit Inggris di ajang Piala Dunia sejak terakhir kali menjadi juara dunia pada 1966, saat mereka menaklukkan Jerman Barat di final Wembley dengan skor 4-2. Sejak momen keemasan itu, Inggris belum pernah lagi mengangkat trofi Piala Dunia, meski beberapa kali tampil sebagai kekuatan yang diperhitungkan.

Beberapa momen paling menyakitkan dalam perjalanan Inggris pasca-1966 antara lain:

  • 1990 — Kalah dari Jerman Barat lewat adu penalti di semifinal.
  • 2018 — Takluk dari Kroasia di semifinal melalui babak perpanjangan waktu.
  • 2022 — Tersingkir di perempat final setelah dikalahkan Prancis.
  • 2026 — Kembali gugur di semifinal, kali ini oleh Argentina lewat comeback dramatis.

Pola yang berulang ini membuat status Inggris sebagai "runner-up abadi" atau tim yang selalu tampil kompetitif namun gagal di fase krusial terus melekat, enam dekade setelah kejayaan mereka di kandang sendiri.

Reaksi dan Sorotan

Kekalahan ini kembali memicu perdebatan di kalangan pengamat sepak bola Inggris soal mentalitas juara yang dianggap masih kurang di momen-momen penentu, meski dari sisi kualitas skuad dan performa sepanjang turnamen, Inggris dinilai tampil impresif — termasuk kemenangan 4-2 atas Kroasia di laga pembuka dan status juara Grup L.

Bagi Thomas Tuchel dan skuadnya, laga perebutan tempat ketiga melawan Prancis pada Minggu, 19 Juli 2026, menjadi kesempatan terakhir untuk menutup turnamen dengan hasil positif, sebelum publik Inggris kembali menanti empat tahun lagi untuk mencoba mengakhiri puasa gelar yang kini sudah berjalan enam dekade.(RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....