Keajaiban "Hiu Biru": Tanjung Verde Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

  • 28 Jun 2026 14:07 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep -Tanjung Verde (Cape Verde) tampil untuk pertama kalinya dalam sejarah di Piala Dunia FIFA 2026, setelah memastikan tiket lolos pada 13 Oktober 2025 lewat kemenangan 3–0 atas Eswatini. Negara kepulauan kecil di Samudra Atlantik itu langsung menggemparkan dunia sepak bola sejak menit pertama turnamen berlangsung. Tidak ada yang menyangka bahwa tim berjuluk "Hiu Biru" ini akan menorehkan kisah yang akan dikenang sepanjang sejarah kompetisi terbesar di jagat raya ini.

Pada saat lolos kualifikasi, Tanjung Verde menjadi sorotan sebagai negara dengan wilayah daratan terkecil yang berhasil lolos Piala Dunia, dengan luas hanya 4.033 kilometer persegi dan jumlah penduduk kurang dari 525.000 jiwa. Meski begitu, semangat juang para pemain mereka terbukti jauh melampaui keterbatasan geografis dan demografis tersebut. Mereka ditempatkan di Grup H bersama Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi — sebuah grup yang di atas kertas tampak sangat berat bagi debutan mana pun.

Kejutan pertama langsung dihadirkan Tanjung Verde dalam laga pembuka grup. Tanjung Verde membekuk juara Eropa Spanyol dengan skor kaca mata 0–0 dalam salah satu hasil paling mengejutkan dalam sejarah panjang turnamen ini. Spanyol melepaskan tidak kurang dari 27 tembakan, namun tak satu pun yang mampu menembus gawang yang dijaga oleh Vozinha yang gemilang. Kiper berusia 40 tahun itu tampil luar biasa di penghujung babak pertama dengan menggagalkan peluang emas Oyarzabal, Laporte, dan Torres — yang juga membentur mistar gawang dalam kesempatan terbaik Spanyol di laga tersebut.

Petualangan Tanjung Verde berlanjut dengan dramatis saat menghadapi Uruguay. Tanjung Verde meraih seri 2–2 melawan Uruguay, menyusul hasil imbang 0–0 mereka kontra Spanyol sebelumnya. Kevin Pina mencetak gol pertama Tanjung Verde sepanjang sejarah Piala Dunia lewat tendangan bebas yang mencapai kecepatan 125,2 km/jam dari jarak 30,8 meter — menjadi gol tercepat sekaligus terpanjang di turnamen ini. Uruguay sempat berbalik unggul 2–1, namun kiper Uruguay Fernando Muslera melakukan blunder fatal di menit ke-61 dengan berlari keluar dari gawangnya, dan pemain pengganti Hélio Varela langsung memanfaatkan peluang emas itu untuk menggulung bola ke gawang kosong.

Pada pertandingan terakhir Grup H yang berlangsung kemarin, 26 Juni 2026, Tanjung Verde kembali bermain imbang 0–0 melawan Arab Saudi. Kekalahan Uruguay atas Spanyol, dikombinasikan dengan hasil imbang Tanjung Verde kontra Arab Saudi, membawa "Hiu Biru" melaju ke Babak 32 Besar sebagai runner-up Grup H. Uruguay pun gagal menjadi salah satu dari delapan tim peringkat tiga terbaik dan harus pulang lebih awal. Perjalanan yang semula dianggap mustahil itu kini menjadi kenyataan yang membuat seluruh dunia terpana.

Tanjung Verde akhirnya menyelesaikan fase grup dengan tiga kali imbang dan mengumpulkan 3 poin — hasil yang cukup untuk finis di posisi kedua Grup H. Di balik torehan bersejarah ini, sosok Vozinha menjadi pahlawan utama. Kiper kawakan berusia 40 tahun itu tampil luar biasa sepanjang fase grup, menjadi tembok kokoh yang memblokir puluhan peluang lawan dari tim-tim jauh lebih besar. Penampilannya mengingatkan dunia bahwa di lapangan hijau, usia hanyalah angka.

Tanjung Verde akan melanjutkan perjuangan mereka di Babak 32 Besar, membawa mimpi sebuah bangsa kecil yang selama ini hanya bisa memandang Piala Dunia dari layar televisi. Kisah "Hiu Biru" bukan sekadar tentang sepak bola — ini adalah cerita tentang tekad, keberanian, dan pembuktian bahwa tidak ada yang tidak mungkin dalam olahraga. Sebuah bangsa yang baru pertama kali menginjakkan kaki di panggung terbesar dunia, kini berjalan lebih jauh dari yang pernah dibayangkan siapa pun.(RIA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....