Penyandang Disbilitas Sambut Baik Program Siaran Piala Dunia 2026 RRI
- 19 Mei 2026 09:13 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Paguyuban Penyandang Disabilitas Madura menyambut positif rencana siaran terestrial pertandingan sepak bola Piala Dunia 2026 yang dicanangkan radio RRI. Kehadiran siaran tersebut dinilai menjadi ruang informasi dan hiburan terutama bagi masyarakat dengan keterbatasan penglihatan atau tuna netra.
Masyarakat khususnya penyandang tuna netra bisa memanfaatkan siaran live Radio Piala Dunia 2026 pada 11 Juni hingga 19 Juli mendatang. ”Kami berterima kasih sekali sekaligus mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada RRI yang memprogramkan siaran Piala dunia. Ini sangat bermafaat sekali bagi kami khususnya penyandang disabilitas tuna netra,” kata Aswari, Ketua PPDM Madura, Selasa 19 Mei 2026.
Aswari menyebutkan, tercatat kurang lebih 20 anggota komunitas penyandang disabilitas yang memiliki keterbatasan penglihatan. Selama ini, akses untuk menikmati pertandingan sepak bola dunia masih cukup terbatas karena dominasi tayangan visual di televisi maupun platform digital.
”Siaran radio ini tentu bisa menjangkau para penyandang tuna netra. Mereka juga bisa menikmati dan mengikuti perkembangan sepak bola dunia,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, siaran langsung sepak bola melalui radio mampu menghadirkan suasana pertandingan secara lebih hidup melalui narasi komentator. Dengan mendengarkan jalannya pertandingan, mereka tetap dapat mengikuti perkembangan tim favorit, hasil pertandingan, hingga atmosfer semarak ajang Piala Dunia 2026 tanpa harus bergantung pada tayangan visual.
Lebih lanjut, Azwari mengatakan bahwa radio masih menjadi sarana informasi yang sangat penting bagi penyandang tuna netra. Menurutnya, kehadiran siaran terestrial Piala Dunia melalui RRI menjadi bentuk perhatian terhadap hak masyarakat disabilitas untuk memperoleh akses informasi dan hiburan yang setara.
“Dengan adanya siaran radio sepak bola, kami tentu tidak akan ketinggalan semaraknya sepak bola dunia. Kami bisa ikut merasakan atmosfer pertandingan bersama masyarakat lainnya,” ujarnya.
Selain menjadi hiburan, siaran radio juga dinilai mampu mempererat kebersamaan antaranggota komunitas. Mereka berencana mengadakan kegiatan mendengarkan pertandingan bersama selama gelaran Piala Dunia berlangsung.
Azwari berharap siaran olahraga di radio terus diperluas, tidak hanya saat Piala Dunia, tetapi juga untuk kompetisi sepak bola nasional maupun internasional lainnya. ”Dengan begitu, akses informasi yang inklusif bagi penyandang disabilitas dapat terus terjaga dan berkembang,” harapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....