Nobar Piala Dunia Jadi Magnet Baru Penggerak UMKM

  • 17 Mei 2026 09:41 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Menjelang FIFA World Cup 2026, euforia sepak bola mulai terasa di berbagai daerah. Bukan hanya pecinta bola yang antusias, para pelaku UMKM juga mulai bersiap memanfaatkan momentum nobar sebagai peluang mendongkrak omzet.

Hal itu disampaikan Andi, pengelola tempat nobar “Cuan”, yang mengaku selalu siap menyambut para penggemar sepak bola. Menurutnya, budaya nobar masih sangat diminati karena sepak bola telah menjadi bagian dari kultur masyarakat. Antusiasme publik terhadap sepak bola yang kembali meningkat dalam beberapa tahun terakhir ikut menghidupkan kembali semangat para penggemar.

Ia menilai atmosfer FIFA World Cup 2026 nanti akan berbeda karena negara-negara Asia kini mulai diperhitungkan di level dunia. Bahkan negara besar seperti Italia sempat gagal lolos dalam edisi sebelumnya, sementara tim-tim underdog justru semakin kompetitif. Fenomena menarik juga terlihat dari semakin luasnya penggemar sepak bola. Jika dulu dominasi fans datang dari laki-laki dan pendukung klub besar Eropa, kini banyak perempuan ikut aktif mengikuti pertandingan hingga rela datang langsung ke lokasi nobar.

Di tempatnya, suasana nobar disebut selalu kondusif meski dipenuhi rivalitas antarsuporter. “Lucunya tanpa disuruh, pendukung klub atau negara yang sama pasti otomatis ngumpul sendiri. Jadi suasananya hidup,” jelasnya saat berdialog Dibalik Bola RRI pada Minggu 17 Mei 2026.

Untuk menjaga kemeriahan, pihak penyelenggara biasanya menghadirkan MC agar interaksi penonton lebih seru dan tertib. Dari sisi bisnis, efek nobar sangat terasa bagi UMKM. Andi menyebut omzet saat pertandingan besar bisa meningkat drastis. “Kalau omzet, auto naik. Dua kali lipat sampai lima kali lipat bisa,” ungkapnya.

Bukan hanya kafe atau warung kopi yang merasakan dampaknya. Pedagang sekitar hingga tukang becak di dekat lokasi nobar pun ikut menikmati keramaian. Fenomena ini menunjukkan bahwa euforia sepak bola bukan sekadar hiburan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kecil di tingkat akar rumput.





Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....