Veda Pratama Kokoh di Posisi Tiga Klasemen Moto3 2026

  • 06 Jun 2026 16:31 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, resmi menempati posisi ketiga klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto3 2026. Dikutip dari laman worldracing, kabar menggembirakan ini muncul setelah keputusan besar dari federasi balap internasional FIM yang menjatuhkan sanksi berat kepada salah satu pesaing terdekatnya. Pencapaian luar biasa ini menjadi bukti nyata bahwa bintang balap berusia 17 tahun dari Wonosari, Yogyakarta itu mampu bersaing di level tertinggi dunia.

Kenaikan posisi Veda dipicu oleh sanksi diskualifikasi yang dijatuhkan kepada Adrian Fernandez dari Leopard Racing. FIM MotoGP Stewards mendiskualifikasi Fernandez dari enam seri balapan pertama musim ini, setelah dua mesin yang digunakannya ditemukan telah dibuka tanpa otorisasi, berdasarkan temuan dari Direktur Teknis dan laporan resmi pabrikan mesin. Banding yang diajukan tim Leopard Racing pun ditolak oleh FIM, dan kasus ini kini berlanjut ke Pengadilan Internasional.

Fernandez, yang sebelumnya berada di posisi ketiga klasemen dunia, kehilangan hampir seluruh poinnya dan hanya menyisakan hasil finis keempat di Mugello pada pekan lalu. Akibatnya, pembalap Spanyol yang merupakan adik kandung dari pebalap MotoGP Raul Fernandez itu merosot drastis dari perolehan 90 poin menjadi hanya 13 poin. Posisi yang ditinggalkan Fernandez itu langsung diisi oleh Veda Ega Pratama dengan koleksi 71 poin dari tujuh seri balapan.

Perjalanan Veda menuju papan atas klasemen tidak lepas dari fondasi performa kuat yang ia bangun sendiri sepanjang musim. Veda Ega Pratama menorehkan penampilan menonjol dengan finis ketiga dalam balapan Moto3 Brasil 2026 di Goiania, bangkit dari posisi ke-10 start dalam format restart lima lap setelah bendera merah dikibarkan. Di Brasil, ia berhasil naik podium di belakang dua pembalap CFMOTO Gaviota Aspar Team, Máximo Quiles dan Marco Morelli. Bagi Veda, podium tersebut bukan sekadar hasil balapan biasa, melainkan tonggak penting dalam kariernya. "Ini luar biasa. Saya kesulitan sebelum bendera merah keluar, tapi ini adalah pencapaian terbesar saya sejauh ini," ujarnya dalam wawancara pascabalapan.

Veda kemudian kembali merebut perhatian dunia setelah tampil impresif di GP Catalunya, finis kedelapan setelah memulai dari posisi ke-20 di grid, mengumpulkan delapan poin kejuaraan, dan hanya kalah kurang dari satu detik dari pemenang balapan Maximo Quiles.

Konsistensi inilah yang membuat nama Veda terus bertahan di papan atas meski persaingan Moto3 2026 didominasi oleh para pembalap Spanyol. Dengan keunggulan poin ini, Veda membawa momentum kuat menjelang seri berikutnya, dan keberlanjutan laju tersebut akan bergantung pada konsistensi, manajemen risiko dalam skenario balapan padat, serta optimasi paket teknis di tengah ketatnya persaingan Moto3.

Rekam jejak Veda di kancah balap internasional sejatinya sudah membuktikan kualitasnya jauh sebelum debut di Moto3. Lahir pada 23 November 2008 di Wonosari, Indonesia, Veda Ega Pratama adalah pembalap Grand Prix bermotor dari Indonesia yang kini berlaga di Kejuaraan Dunia Moto3 2026 bersama Honda Team Asia. Ia merupakan juara Asia Talent Cup 2023 dan satu-satunya pembalap Indonesia yang meraih gelar tersebut. Sebelum debut di Moto3, ia juga mencatatkan prestasi gemilang di Red Bull MotoGP Rookies Cup dengan enam podium termasuk tiga kemenangan.

Posisi ketiga klasemen dunia Moto3 ini menjadi pencapaian bersejarah yang belum pernah diraih oleh pembalap Indonesia mana pun sebelumnya. Dengan sisa musim yang masih panjang dan jadwal Moto3 Hungaria di depan mata, Veda diharapkan mampu mempertahankan bahkan meningkatkan posisinya. Seluruh bangsa Indonesia kini menaruh harapan besar kepada pemuda 17 tahun ini untuk terus mengharumkan nama Indonesia di panggung balap dunia paling bergengsi.(RIA)

Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....