Strategi Ban McLaren di Kanada Berujung Evaluasi
- 26 Mei 2026 10:27 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Tim McLaren mengakui keputusan menggunakan ban intermediate saat start Grand Prix Kanada 2026 pada 25 Mei dini hari Waktu Indonesia Barat tidak memberikan hasil yang diharapkan. Keputusan tersebut diambil menjelang balapan di Circuit Gilles-Villeneuve, Montreal, ketika kondisi lintasan terlihat basah dan cuaca masih belum menentu.
Dari laman formula1, pembalap Oscar Piastri menjelaskan keputusan itu merupakan hasil diskusi bersama antara pembalap dan tim. Menurutnya, permukaan lintasan menjadi lebih lembap sesaat sebelum start sehingga ban intermediate dinilai sebagai pilihan yang lebih aman.
Strategi tersebut sempat memberikan keuntungan awal bagi Lando Norris. Dengan daya cengkeram yang lebih baik, Norris mampu melesat ke posisi terdepan pada lap-lap awal balapan.
Namun kondisi lintasan berubah lebih cepat dari perkiraan. Hujan berhenti turun dan permukaan trek mulai mengering sehingga Norris dan Piastri harus masuk pit lebih awal untuk mengganti ban slick.
Norris menilai keputusan tersebut masuk akal saat diambil meskipun akhirnya tidak membuahkan hasil. Ia mengatakan sedikit tambahan hujan saja kemungkinan besar akan membuat strategi McLaren bekerja lebih efektif.
Kepala tim McLaren, Andrea Stella, menjelaskan keputusan ban harus dibuat beberapa menit sebelum start sesuai regulasi. Saat itu, tim melihat lintasan masih licin dan hujan masih turun sehingga ban intermediate dianggap sebagai pilihan paling tepat.
Situasi semakin berubah setelah terjadi penundaan start akibat masalah teknis pada mobil pembalap lain. Tambahan formation lap membuat lintasan semakin kering dan mengurangi efektivitas ban intermediate. McLaren pun menjadikan pengalaman di Kanada sebagai bahan evaluasi untuk menentukan strategi yang lebih akurat pada balapan berikutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....