Pesilat Ibu-Ibu Unjuk Gigi di Piala Bergilir IPSI Sumenep III 2026
- 26 Jun 2026 09:02 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Kejuaraan Pencak Silat Piala Bergilir IPSI Kabupaten Sumenep III 2026 menghadirkan pemandangan unik di gelanggang. Di tengah riuh semangat pesilat muda, sejumlah pesilat ibu-ibu turut turun bertanding dalam kategori Tunggal Bebas Kelas Master.
Kehadiran para pesilat senior ini menjadi warna tersendiri dalam ajang yang mempertemukan berbagai generasi pesilat se-Kabupaten Sumenep. Kategori master tersebut diikuti oleh empat peserta senior, yang terdiri dari dua pesilat putra dan dua pesilat putri.
Sorotan utama tertuju pada Fardiana Aelita. Ia sukses menyabet gelar juara pertama setelah menampilkan rangkaian jurus tunggal dengan penuh ketenangan, ketepatan, dan penghayatan di hadapan dewan juri.
"Alhamdulillah bisa meraih juara satu. Persiapan saya lakukan selama satu minggu bersama murid-murid perguruan," kata Fardiana Aelita, Jumat 26 Mei 2026.
Fardiana menceritakan bahwa saat muda ia merupakan atlet tanding, dan ketika dewasa kerap diundang dalam berbagai pagelaran seni. Ia berharap pencapaiannya ini dapat memotivasi para pesilat muda untuk konsisten berlatih.
"Semoga para pesilat tetap semangat berlatih hingga usia seperti saya yang sudah masuk kategori master," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejuaraan, Ali Arief mengaku bangga melihat tingginya antusiasme peserta dari berbagai kelompok usia yang meramaikan ajang bergengsi tersebut.
Ali menjelaskan bahwa kejuaraan tahun ini memang dirancang inklusif mulai dari usia dini hingga kelas master untuk menampung seluruh potensi lokal. Pihak panitia pun mengapresiasi tinggi semangat para pesilat senior yang masih menjaga stamina dan kelestarian budaya.
"Kami sangat mengapresiasi semangat mereka. Harapannya, ke depan jumlah peserta kategori master semakin bertambah dan menjadi inspirasi bagi generasi muda bahwa pencak silat bisa terus digeluti sepanjang hayat," kata Ali Arief.
Keikutsertaan para pesilat kelas master ini membawa pesan kuat bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga prestasi untuk meraih medali. Lebih dari itu, seni bela diri ini adalah warisan budaya yang mampu menyatukan generasi, membentuk karakter, dan membuktikan bahwa semangat seorang pendekar tidak pernah mengenal kata pensiun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....