Wakil Jatim ke Jepang, SMAN 3 Sumenep Pelajari Pengelolaan Lingkungan
- 19 Mei 2026 14:21 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Semangat pelestarian lingkungan mengantarkan siswa dan guru dari SMA Negeri 3 Sumenep, Madura, menjadi wakil Jawa Timur dalam program pertukaran pelajar bertema lingkungan di Jepang. Kegiatan bertajuk Indonesia-Japan Youth Green Exchange ini merupakan bagian dari program OISCA, sebuah organisasi nonpemerintah asal Jepang yang bergerak di bidang pelestarian alam dan kehutanan.
Perwakilan guru SMA Negeri 3 Sumenep, Agus Adib Fahrudin, menjelaskan bahwa sekolahnya telah aktif dan konsisten mengikuti Children Forest Program (CFP) sejak tahun 2016. Selama delapan hari di Jepang, sebanyak 15 peserta dari Indonesia mempelajari pengelolaan sampah di Kota Toyota hingga kawasan hutan wisata di Prefektur Nagano.
"Khusus dari Jawa Timur, hanya ada dua sekolah dari Sumenep yang ikut, yakni SMA Negeri 3 Sumenep dan SMA Gapura. Anak-anak mempresentasikan program penghijauan di Madura sekaligus mengenalkan budaya daerah kepada siswa di Jepang," kata Agus Adib Fahrudin, Selasa 19 Mei 2026.
Sepulang dari Jepang, para peserta diwajibkan menyusun dan menjalankan rencana aksi (action plan) di sekolah masing-masing. SMAN 3 Sumenep berkomitmen memperkuat gerakan penghijauan di kawasan gersang serta mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis reduce, reuse, and recycle (3R) yang selaras dengan gerakan zero plastic Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala SMAN 3 Sumenep, RA. Hari Utami Dewi, mengaku sangat bangga atas pencapaian ini. Keberangkatan ini merupakan buah dari konsistensi sekolah dalam menjaga kelestarian alam secara berkesinambungan.
Ia memaparkan bahwa SMAN 3 Sumenep saat ini memiliki ruang terbuka hijau sebesar 60 persen dari total bangunan sekolah, yang dilengkapi dengan hutan mini tanaman jati. Pihak sekolah juga terus menggencarkan program SIKAP atau Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan yang mencakup sektor pertanian, perikanan, hingga peternakan.
"Kami mendapat undangan mengikuti pelatihan lingkungan di Jepang karena sejak awal aktif menjalankan program CFP. Melalui pengalaman di Jepang, para siswa diharapkan tidak hanya membawa pengetahuan baru, tetapi juga semangat untuk membangun budaya peduli lingkungan di sekolah maupun masyarakat sekitar," ujar Hari Utami Dewi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....