Maraknya Narkoba di Kepulauan Sumenep, P2NOT: Perlu Penanganan Luar Biasa

  • 19 Mei 2026 12:35 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Wilayah kepulauan Sumenep yang kaya dan membentang luas belakangan ini tengah menghadapi tantangan serius. Maraknya pengungkapan kasus narkoba di wilayah kepulauan menjadi alarm keras bagi seluruh lapisan masyarakat dan aparat penegak hukum.

Direktur Pencegahan Penyalahgunaan Narkotika dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT) Kabupaten Sumenep, Zamrud Khan, menyatakan bahwa wilayah kepulauan saat ini sangat rentan terhadap infiltrasi barang haram tersebut. Karakteristik geografisnya justru dimanfaatkan oleh para pelaku kejahatan.

"Kepulauan ini sangat lemah sekali dan itu adalah surga bagi para bandar, baik yang melintasi dan beroperasi di sana. Dengan temuan berbagai jenis narkoba di Masalembu dan kokain, kasus ini akan sia-sia jika tidak bisa membongkar jaringan dan milik siapa," katanya saat menjadi narasumber dalam program Sumenep Menyapa di RRI, Selasa, 19 Mei 2026.

Zamrud menegaskan bahwa peredaran narkotika bukan lagi ancaman biasa, melainkan sudah masuk dalam kategori kejahatan luar biasa (extraordinary crime). Oleh sebab itu, strategi yang digunakan untuk memberantasnya pun tidak boleh menggunakan cara-cara konvensional yang pasif. Menurutnya, Madura saat ini sudah masuk dalam zona hitam (black zone) narkoba.

Narkoba di wilayah ini tidak lagi hanya menyentuh masyarakat tingkat bawah, melainkan sudah menyasar hingga ke oknum penegak hukum serta masuk ke semua lini dari tingkat desa sampai tingkat atas. Pertahanan benteng di Sumenep dan Madura sekitarnya diakui cukup rapuh.

Lebih lanjut, Zamrud memberikan catatan kritis kepada institusi penegak hukum, baik Polres Sumenep maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) setempat. Ia menekankan pentingnya sinergi dengan masyarakat dan organisasi lokal agar penegakan hukum berjalan efektif dan transparan.

"Peredaran narkoba merupakan sebuah kejahatan extra yang luar biasa dan tidak boleh serta tidak bisa dilakukan dengan penanganan yang biasa, tetapi perlu dilakukan penanganan yang luar biasa. Berikan jaminan ketenangan kepada masyarakat bahwa masih ada penegak hukum yang bersih, jujur, dan baik bagi kepentingan bangsa dan negara," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti peran penting media seperti RRI untuk terus masif melakukan sosialisasi dan edukasi, terutama kepada masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan, guna membentengi diri dari bahaya narkotika.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....