Dampak Psikologis Kasus Kekerasan Daycare
- 04 Mei 2026 16:09 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Ketua Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas PGRI (UPI) Sumenep, Anis Tri Yuliana, menyoroti kasus dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha, Yogyakarta. Ia menilai pengalaman traumatis pada masa awal kehidupan dapat merusak perkembangan psikologis anak secara permanen.
Menurut Anis, anak pada usia dini sangat membutuhkan figur pengasuh yang konsisten, responsif, dan mampu memberikan rasa aman. Kekerasan yang terjadi di lingkungan pengasuhan tidak hanya berdampak pada kondisi emosional, tetapi juga memengaruhi aspek biologis anak dalam jangka panjang.
"Pengalaman anak di masa awal kehidupan sangat menentukan bagaimana mereka memandang dunia," katanya, Senin 4 Mei 2026.
Anis menjelaskan bahwa dalam jangka pendek, anak yang menjadi korban kekerasan akan menunjukkan gejala kecemasan yang nyata. Hal ini meliputi ketakutan berlebihan, sering menangis tanpa sebab, gangguan tidur atau mimpi buruk, hingga terjadinya regresi perilaku seperti kembali mengompol.
Ia menegaskan bahwa jika kebutuhan akan rasa aman tidak terpenuhi akibat tindakan kekerasan, maka fondasi hubungan dasar anak dengan lingkungannya akan terganggu secara serius.
"Dampak kekerasan pada anak tidak hanya tampak secara emosional, tetapi juga biologis," ujarnya.
Anis berharap kasus ini menjadi pengingat bagi seluruh lembaga pengasuhan anak untuk memperketat pengawasan dan seleksi sumber daya manusia. Hal tersebut penting guna menjamin perlindungan fisik dan mental anak selama berada di lingkungan daycare.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....