Said Abdullah Tekankan Regenerasi dan Penguatan Kader Muda di Musancab Sumenep
- 26 Apr 2026 17:09 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur, MH Said Abdullah, menegaskan bahwa pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) merupakan bagian dari proses berkelanjutan dalam roda organisasi partai yang berjalan sesuai konstitusi. Hal ini disampaikan saat menghadiri Musancab PDI Perjuangan di Gedung Islamic Center, Kecamatan Batuan, Kabupaten Sumenep, Minggu 27 April 2026.
Said Abdullah menjelaskan, regenerasi kepengurusan dilakukan secara berkala setiap lima tahun melalui mekanisme partai, mulai dari kongres hingga forum di tingkat daerah.
“Ini bagian dari putaran roda organisasi, bahwa kami kontinu melakukan ketaatan terhadap konstitusi. Regenerasi itu berjalan lima tahunan melalui kongres, kemudian komperda DPD, dan hari ini Musancab di seluruh Jawa Timur,” ujar Ketua Badan Anggaran DPR RI ini.
Ia menyebutkan, Musancab di Jawa Timur saat ini telah dimulai dari wilayah Madura dan akan dilanjutkan ke Surabaya serta 38 kabupaten/kota lainnya hingga selesai.
Said Abdullah juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam struktur kepengurusan partai. Ia menyebut adanya ketentuan bahwa 30 persen pengurus PAC harus berusia di bawah 35 tahun, termasuk posisi ketua, sekretaris, dan bendahara.
“Seluruh pengurus di tingkat PAC, 30 persen harus 35 tahun ke bawah, dan untuk KSB salah satunya wajib di posisi manapun minimal 35 tahun ke bawah,” jelas Said Abdullah.
Selain itu, ia juga menyoroti keterwakilan perempuan dalam struktur partai yang dinilainya cukup baik. Berdasarkan data yang ada, keterwakilan perempuan di Jawa Timur mencapai 36 persen, sementara kader berusia di bawah 35 tahun mencapai 37,4 persen.
Lebih lanjut, Said Abdullah menekankan pentingnya peran kader sebagai pelayan rakyat dan partai. Menurutnya, tugas partai tidak hanya bersifat politik, tetapi juga sosial dalam membantu masyarakat.
“Pelayan partai itu melayani rakyat, karena tugas partai itu mengadvokasi rakyat, membantu kesulitan rakyat, menampung aspirasi rakyat,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap pondok pesantren sebagai bagian dari kekuatan sosial bangsa. Menurutnya, dukungan terhadap pesantren merupakan bentuk tanggung jawab bersama.
“Dosa besar bagi setiap kader PDIP Perjuangan yang melupakan pondok pesantren,” imbuh Said Abdullah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....