Gagalkan Penyelundupan Narkoba, Petugas Rutan Sumenep Tuai Apresiasi
- 04 Apr 2026 18:12 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Upaya penyelundupan narkoba dengan modus tersembunyi di balik makanan kembali terungkap. Kali ini, paket nasi padang yang tampak biasa justru menjadi sarana penyelundupan barang terlarang ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sumenep. Beruntung, aksi tersebut berhasil digagalkan berkat kejelian seorang petugas, Maftur Rahman. Kecurigaan muncul saat Maftur melakukan pemeriksaan rutin terhadap barang titipan yang masuk ke dalam rutan.
Paket makanan yang seharusnya aman justru menunjukkan tanda-tanda mencurigakan. Tanpa ragu, ia melakukan pemeriksaan lebih mendalam hingga akhirnya menemukan narkoba yang disembunyikan secara rapi di dalam nasi padang tersebut.
Keberhasilan ini langsung mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, Kadiyono. Penghargaan diberikan secara langsung dalam sebuah kegiatan di Lapas Kelas I Surabaya, Sabtu, 4 April 2026.
Dalam keterangannya, Kadiyono menegaskan bahwa keberhasilan tersebut bukan hanya soal menggagalkan penyelundupan, tetapi juga mencerminkan kualitas kerja petugas pemasyarakatan yang semakin profesional.
"Keberhasilan ini menunjukkan bahwa petugas pemasyarakatan terus meningkatkan kewaspadaan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Ini bukan hal yang mudah, karena pelaku terus mencari celah dengan berbagai modus," ujar Kadiyono.
Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pengawasan, mengingat peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan masih menjadi tantangan serius.
"Kami tidak boleh lengah. Upaya penyelundupan bisa datang dalam berbagai bentuk, termasuk melalui makanan seperti ini. Karena itu, integritas dan ketelitian petugas menjadi kunci utama dalam mencegahnya," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Rutan Kelas IIB Sumenep, Aditya Wahyu Rahmadani, turut mengapresiasi tindakan sigap yang dilakukan oleh Maftur Rahman. Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari komitmen bersama dalam menjaga keamanan lingkungan rutan.
"Penghargaan ini merupakan bukti bahwa kerja keras, integritas, dan kewaspadaan petugas kami membuahkan hasil. Kami sangat bangga atas dedikasi yang ditunjukkan oleh Maftur Rahman," ungkap Aditya.
Aditya juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan berhenti pada capaian ini. Ia memastikan pengawasan akan terus diperketat untuk menutup celah penyelundupan.
"Kami akan terus memperkuat sistem pengawasan, baik terhadap barang titipan maupun interaksi di dalam rutan. Ini bagian dari komitmen kami untuk menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih dari narkoba,' tegasnya lagi.
Ia menambahkan bahwa peningkatan kapasitas petugas juga menjadi fokus ke depan, agar setiap potensi ancaman dapat dideteksi sejak dini.
"Kami juga terus mendorong peningkatan profesionalisme seluruh petugas. Dengan kesiapan yang baik, kami optimistis setiap upaya pelanggaran dapat dicegah," lanjut Aditya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa modus penyelundupan narkoba semakin beragam dan tidak terduga. Namun di sisi lain, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kesiapsiagaan petugas di lapangan mampu menjadi benteng utama dalam menjaga keamanan rutan.
Penghargaan yang diberikan kepada Maftur Rahman diharapkan tidak hanya menjadi bentuk apresiasi, tetapi juga motivasi bagi seluruh jajaran pemasyarakatan untuk terus bekerja dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan kewaspadaan tinggi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....