​Golkar Apresiasi Gelar Pahlawan sebagai Simbol Persatuan

  • 11 Nov 2025 11:18 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Partai Golkar mengapresiasi penganugerahan gelar Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo Subianto. Langkah tersebut dianggap mencerminkan semangat rekonsiliasi dan persatuan bangsa.

Plt Sekretaris DPD Partai Golkar Sumenep, Ubaidillah, menyebut keputusan Presiden Prabowo sebagai kebijakan bersejarah. Menurutnya, penghargaan itu menunjukkan penghormatan negara terhadap jasa tokoh dari berbagai latar perjuangan.

"Ini momentum pemersatu bangsa. Presiden Prabowo menunjukkan bahwa jasa besar datang dari berbagai arah," ujar Ubaidillah, Selasa (11/11/2025).

Ia menyampaikan apresiasi atas penetapan sepuluh tokoh, termasuk ulama besar asal Madura Syaikhona Muhammad Kholil bin Abdul Lathif, Presiden kedua RI H. M. Soeharto, dan Presiden keempat K. H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

Ketiga tokoh tersebut dianggap melambangkan dedikasi bagi Indonesia dalam bidang yang berbeda. Syaikhona Khalil berperan membentuk karakter keagamaan bangsa, Soeharto membangun infrastruktur, dan Gus Dur memperjuangkan pluralisme.

"Ketiganya mewakili semangat kebangsaan dan keindonesiaan. Tentu saya sangat mengapresiasi kebijakan Bapak Presiden Prabowo Subianto," katanya menegaskan.

Ubaidillah berharap penghargaan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk meneladani perjuangan para pendahulu.

Lebih lanjut, ia menyebut langkah Presiden Prabowo sebagai bentuk rekonsiliasi sejarah bangsa Indonesia. Penghargaan lintas latar belakang memperkuat semangat kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat.

"Bangsa besar adalah bangsa yang menghargai semua anaknya tanpa sekat perbedaan. Gelar ini bukan sekadar simbol, tetapi bukti nyata persatuan nasional," ujar Ubaidillah.

Presiden Prabowo pada Senin (10/11/2025) menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada sepuluh tokoh bertempat di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat.

Kesepuluh tokoh tersebut adalah: K.H. Abdurrahman Wahid, Jenderal Besar TNI H. M. Soeharto, Marsinah, Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja, Hajjah Rahmah El Yunusiyyah, Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo, Sultan Muhammad Salahuddin, Syaikhona Muhammad Kholil, Tuan Rondahaim Saragih dan Zainal Abidin Syah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....