Jabanusa Andalan Produksi Migas Nasional 2025

  • 21 Okt 2025 11:24 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) kembali ditegaskan sebagai pilar utama dalam pencapaian target produksi minyak dan gas bumi (migas) nasional. SKK Migas mencatat, hingga Oktober 2025, wilayah Jabanusa menyumbang 24 persen dari total produksi minyak nasional atau setara 178.969 barel per hari (BOPD). Sementara itu, produksi gas bumi dari kawasan ini mencapai 676 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD), atau 10 persen dari total nasional.

"Dengan capaian tersebut, kami tegaskan Jabanusa sebagai tulang punggung dalam menopang target produksi nasional," ujar Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (10/10/2025).

Konsumsi Tinggi, Produksi Terbatas

Meskipun peran strategis Jabanusa meningkat, tantangan terhadap ketahanan energi nasional masih besar. Menurut Anggono, volume konsumsi migas dalam negeri terus meningkat, sementara produksi stagnan bahkan cenderung menurun akibat decline rate sumur tua.

"Kondisi ini menyebabkan defisit neraca migas dan menimbulkan tekanan pada fiskal negara," imbuhnya.

Hingga pertengahan 2025, produksi migas nasional tercatat sebesar 583.275 BOPD untuk minyak dan 5.461 MMSCFD untuk gas, masih jauh di bawah target nasional yaitu 1 juta BOPD minyak dan 12.000 MMSCFD gas pada 2030. Artinya, kontribusi Jabanusa yang hampir seperempat dari produksi minyak nasional menjadi sangat krusial.

Optimalisasi Proyek Hulu Migas

Untuk mendongkrak produksi, SKK Migas dan para kontraktor kerja sama (KKKS) di Jabanusa terus menggenjot berbagai strategi percepatan proyek hulu migas, di antaranya optimalisasi sumur pengembangan dan workover, pengaktifan sumur idle dan sumur marginal, peningkatan efisiensi dan penggunaan teknologi baru, percepatan proyek on-stream untuk mendukung target jangka pendek dan menengah.

Menurut data SKK Migas, terdapat 15 proyek migas yang ditargetkan mulai beroperasi di wilayah Jabanusa sepanjang tahun ini, dengan potensi investasi mencapai Rp13,6 triliun

Strategis bagi Ketahanan Energi

Potensi dan kontribusi wilayah Jabanusa tidak hanya penting dalam konteks angka produksi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan energi nasional yang berkelanjutan. SKK Migas menilai bahwa wilayah ini harus dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan, terutama dengan masih besarnya potensi gas di wilayah darat dan laut Jawa Timur, NTB, hingga perairan utara Bali.

Dengan tren konsumsi migas yang terus naik dan tekanan global terhadap energi fosil, Indonesia perlu mengoptimalkan semua sumber daya yang ada. Dalam konteks ini, Jabanusa tidak hanya menjadi tulang punggung produksi, tetapi juga kunci untuk membuka peluang energi masa depan.

Peran Media dalam Edukasi Energi

Anggono juga menekankan pentingnya peran media massa dalam membentuk opini publik yang mendukung pengembangan sektor energi nasional. Menurutnya, keberhasilan transisi energi tidak hanya bergantung pada proyek dan teknologi, tetapi juga pada pemahaman masyarakat.

"Gas bumi masih menjadi keunggulan Indonesia dan akan terus dibutuhkan sebagai bagian dari transisi energi. Peran media penting untuk memperkuat narasi ini," tegasnya.

Ia berharap, sinergi antara SKK Migas, KKKS, dan media dapat menciptakan ekosistem komunikasi yang mendukung kebijakan energi dan meningkatkan literasi publik terhadap industri hulu migas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....