Pendakian Gunung di Jawa, Grademu Noob atau Pro??

  • 19 Agt 2025 17:06 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep : Pendakian gunung di Indonesia semakin diminati, terutama di Pulau Jawa yang memiliki banyak gunung populer seperti Merbabu, Merapi, hingga Bromo. Untuk meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus memberikan panduan yang jelas, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menetapkan sistem grade pendakian gunung. Sistem ini membagi jalur pendakian menjadi lima tingkatan, mulai dari yang paling mudah hingga yang ekstrem. Berikut Grade Pendakian Gunung di Pulau Jawa

1. Grade I – Paling Mudah

Kategori ini ditujukan bagi jalur yang relatif aman, pendek, dan dapat diakses tanpa persiapan berat. Di Jawa, jalur Gunung Bromo termasuk dalam grade ini. Infrastruktur menuju kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang sudah lengkap membuatnya cocok untuk pendaki pemula bahkan wisatawan keluarga.

2. Grade II – Mudah hingga Menengah

Jalur kategori ini membutuhkan stamina lebih, namun masih ramah untuk pendaki baru. Contoh di Jawa adalah:

• Gunung Ijen melalui jalur Paltuding, yang populer dengan fenomena blue fire.

• Gunung Papandayan di Garut, dengan jalur menuju kawah yang lebih bersahabat.

3. Grade III – Menengah hingga Sulit

Sebagian besar gunung populer di Jawa masuk ke kategori ini. Pendaki memerlukan pengalaman, stamina prima, serta peralatan dasar mendaki. Beberapa di antaranya:

• Gunung Merapi (Jawa Tengah), terkenal dengan jalurnya yang curam dan kondisi cuaca ekstrem.

• Gunung Merbabu, tetangga Merapi dengan jalur Selo yang menantang.

• Gunung Gede dan Pangrango (Jawa Barat), dua gunung kembar yang memerlukan 2–3 hari perjalanan.

• Gunung Ciremai (Jawa Barat), gunung tertinggi di provinsi tersebut.

• Gunung Halimun Salak, yang dikenal dengan jalurnya yang licin dan lebatnya vegetasi.

4. Grade IV – Sangat Sulit

Kategori ini ditujukan untuk jalur panjang dengan risiko tinggi, membutuhkan teknik khusus dan peralatan lebih lengkap. Hingga kini, belum ada gunung di Jawa yang masuk kategori Grade IV.

5. Grade V – Ekstrem

Ini adalah tingkatan tertinggi, biasanya untuk jalur dengan medan berbahaya, cuaca ekstrem, dan risiko survival tinggi. Gunung-gunung di Jawa belum ada yang masuk kategori ini. Contoh gunung di luar Jawa yang tergolong ekstrem adalah Gunung Rinjani dan Kerinci.

Sistem grade ini membantu pendaki menilai kemampuan diri sebelum naik gunung. Dengan memilih jalur sesuai kemampuan, risiko kecelakaan bisa ditekan, sekaligus mendorong kegiatan wisata alam yang lebih aman dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....