Seminar Internasional STAIM Tarate Angkat Isu Talenta Global

  • 22 Jul 2025 11:40 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Sekolah Tinggi Agama Islam Miftahul Ulum (STAIM) Tarate, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menggelar Seminar Internasional bertajuk "Future Ready Talent Thriving in a Global Economy", Selasa (22/7/2025).

Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren Al-Usymuni, Tarate, dan dihadiri ratusan peserta dari kalangan mahasiswa, santri, dan civitas akademika.

Seminar menghadirkan dua pembicara dari University of Toronto, Kanada, yakni Prof. Dr. Lailatul Fitriyah, Ph.D., dan Faisal Mukhtar Ahmad. Acara dimoderatori oleh dosen STAIM, Dr. (Cand.) Dedi Eko Riyadi HS, M.Pd.I.

Ketua STAIM Tarate, Dr. (Cand.) Mohammad Sholeh, M.Pd., mengatakan seminar ini merupakan bagian dari upaya kampus menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang mampu bersaing di tingkat global, tanpa meninggalkan akar nilai lokal.

"Ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi bentuk nyata komitmen kami membuka ruang dialog lintas negara dan memperluas wawasan mahasiswa terhadap isu global," ujar Mohammad Sholeh dalam sambutannya.

Sementara Prof. Dr. Lailatul Fitriyah dalam pemaparannya menyoroti pentingnya membangun kompetensi global dengan tetap mempertahankan identitas lokal dan nilai-nilai spiritual.

"Kita tidak bisa menjadi warga dunia yang kuat jika tidak memahami nilai-nilai lokal kita sendiri," kata Lailatul Fitriyah.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif menjalin kolaborasi internasional dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana kontribusi sosial dalam skala global.

Dalam kesempatan yang sama, Faisal Mukhtar Ahmad mengajak peserta untuk mengubah keterampilan menjadi solusi nyata.

Menurutnya, talenta global bukan hanya soal kemampuan akademik, tetapi juga keberanian untuk menciptakan dampak.

"Mulailah dari langkah kecil, bermimpi besar, dan berpikir global. Mahasiswa dari Sumenep pun bisa mendunia jika disiplin dan mau berinovasi," papar Faisal Mukhtar.

Disisi lain, Moderator seminar, Dr. (Cand.) Dedi Eko Riyadi HS, menilai kegiatan ini sebagai langkah nyata membangun ekosistem akademik yang terhubung dengan dunia global.

"Kampus harus menjadi jembatan antara pengetahuan lokal dan tantangan global. Kegiatan seperti ini penting untuk membuka perspektif mahasiswa," ujarnya.

Melalui seminar ini, STAIM Tarate menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang religius, berintegritas, dan siap menghadapi tantangan global di era revolusi industri 5.0.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....