Misi Kemanusiaan, Tim INASAR Bertolak ke Myanmar

  • 01 Apr 2025 16:55 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Sebanyak 73 personel dari Tim Indonesia Search and Rescue (INASAR) resmi diberangkatkan menuju Myanmar untuk membantu penanggulangan gempa yang menghancurkan negara tersebut, Selasa (1/4/2025).

Pelepasan puluhan Tim INASAR dilakukan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto dengan didampingi Deputi Bidang Operasi Pencarian dan Pertolongan, Laksda TNI R. Eko Suyatno.

"Gempa yang melanda Myanmar pada 28 Maret 2025 ini telah memakan banyak korban, dan meskipun angka kematian terus meningkat, masih banyak nyawa yang harus diselamatkan," kata Kepala BNPB dalam sambutannya.

Letjen TNI Suharyanto juga menekankan bahwa kondisi di lokasi sangat berbeda dengan penugasan Basarnas pada 2023, saat mereka diterjunkan di Turki dan Suriah.

"Di Myanmar, tantangan lebih berat, karena kondisi komunikasi yang buruk dan pemadaman listrik di banyak daerah," imbuhnya.

Meski menghadapi kesulitan, Kepala BNPB meyakini bahwa tim INASAR Indonesia memiliki pengalaman berharga dari misi sebelumnya, seperti di Turki, yang bisa menjadi bekal berharga dalam misi ini.

"Meskipun sudah lewat dari golden time, tim kita mampu menyelamatkan 15 jenazah, dan kami percaya, itu akan menjadi modal berharga di Myanmar," tambahnya.

Lebih lanjut, Letjen TNI Suharyanto mengungkapkan bahwa Indonesia bukanlah satu-satunya negara yang memberikan bantuan. Negara-negara tetangga seperti Singapura, Malaysia, Filipina, Korea Selatan, dan China juga mengirimkan bantuan personel dan logistik. Semua kekuatan ini bekerja secara bersama-sama, tanpa mengedepankan batas negara demi menyelamatkan korban gempa.

Indonesia mengirimkan bantuan berupa tim penyelamat, tenaga medis, dan logistik yang akan diangkut menggunakan dua pesawat Hercules dan satu pesawat Boeing 747 dari Lapangan Udara Halim Perdanakusumah.

Tim INASAR berharap dapat memberikan kontribusi signifikan untuk membantu pemulihan dan penyelamatan korban di Myanmar yang tengah berduka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....