Rahasia di Balik Banyaknya Nama Kim di Korea
- 11 Agt 2025 13:29 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Jika berkunjung ke Korea Selatan, jangan heran kalau bertemu banyak orang bermarga Kim. Berdasarkan data Sensus Penduduk dan Perumahan Korea (KOSIS) 2015, sekitar 21,5 persen penduduk negara tersebut memiliki nama keluarga Kim. Di posisi berikutnya ada Lee (14,7 persen) dan Park (8,43 persen). Jika digabung, hampir separuh populasi Korea Selatan menyandang salah satu dari tiga nama ini.
Menariknya, sensus itu juga mencatat ada 286 nama keluarga di Korea. Namun, dominasi Kim memang tak terbantahkan. Asal-usulnya bisa ditelusuri ke masa Kerajaan Silla (57 SM–935 M), ketika nama Kim—yang berarti “emas”—menjadi marga bangsawan yang memerintah selama 700 tahun.
Awalnya, nama keluarga di Korea hanya digunakan oleh kalangan bangsawan. Perubahan mulai terjadi pada masa Dinasti Goryeo (935–1392), saat rakyat jelata mulai mengadopsi nama keluarga demi keuntungan sosial dan ekonomi. Tren ini makin meluas setelah sistem kelas dihapuskan pada 1894, ditambah masa penjajahan Jepang yang mewajibkan penggunaan nama keluarga.
Banyak rakyat jelata kala itu memilih marga dari klan terkemuka seperti Kim, Lee, atau Park. Namun, marga Kim tidak berarti semua berasal dari satu tempat yang sama. Dalam tradisi Korea, marga dibagi lagi menjadi klan (bongwan) berdasarkan daerah asal leluhur.
Salah satu klan Kim terbesar adalah Gimhae Kim, yang dipercaya berasal dari Kim Su-ro, pendiri Kerajaan Gaya (42 M). Selain itu, ada pula Gyeongju Kim, Andong Kim, dan Gwangsan Kim, masing-masing dengan sejarah dan garis keturunan berbeda.
Dengan warisan sejarah yang panjang dan penyebaran yang luas, tak heran jika nama Kim menjadi salah satu identitas paling ikonik di Korea Selatan hingga sekarang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....