Anak Gemar Susu Cokelat, Perlukah Orang Tua Khawatir?
- 16 Sep 2026 08:44 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Susu cokelat kerap menjadi minuman favorit anak-anak, sekaligus sumber kekhawatiran orang tua. Kandungan gulanya membuat sebagian keluarga ragu menjadikannya bagian dari menu harian.
Namun, susu cokelat tetap membawa sejumlah nutrisi penting dari susu, termasuk protein, kalsium, vitamin D, dan kalium. Nutrisi tersebut berperan dalam pertumbuhan tulang, otot, serta menjaga fungsi tubuh anak.
Dalam satu kemasan delapan ons susu cokelat rendah lemak satu persen, terdapat sekitar 150 kalori. Jumlah tersebut mencakup delapan gram protein, 24 gram karbohidrat, dan sekitar 10 gram gula tambahan.
Kalsium dan vitamin D menjadi dua nutrisi penting untuk mendukung pembentukan tulang anak. Protein juga membantu pertumbuhan dan pemulihan otot, terutama bagi anak yang aktif bergerak.
Meski demikian, orang tua tetap perlu memperhatikan konsumsi gula tambahan dari berbagai makanan dan minuman. Susu cokelat sebaiknya tidak dipandang sebagai pengganti air putih atau susu tanpa tambahan rasa.
Menurut laman Parents, sejumlah penelitian menemukan konsumsi produk susu tidak berkaitan langsung dengan peningkatan respon peradangan tubuh. Penelitian juga belum menemukan hubungan jelas antara susu berperisa dan peningkatan indeks massa tubuh anak.
Untuk balita, susu cokelat dapat diberikan setelah usia dua tahun dengan mempertimbangkan kebutuhan nutrisinya. Bayi di bawah dua tahun dianjurkan mendapatkan susu tanpa tambahan gula atau perasa.
Orang tua dapat mengatur porsinya dan memilih susu rendah lemak atau tanpa lemak sesuai kebutuhan anak. Alternatif seperti yoghurt tawar dan keju juga membantu memenuhi kebutuhan kalsium, protein, serta vitamin D.
Pada akhirnya, susu cokelat bukan sekadar soal baik atau buruk bagi anak. Kuncinya adalah porsi, keseimbangan pola makan, serta perhatian terhadap keseluruhan asupan gula harian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....