Ube, “Matcha Baru” yang Membawa Identitas Filipina ke Panggung Global

  • 16 Jun 2026 18:13 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID - Sumenep - Ube kini menjadi bahan makanan yang tengah naik daun di dunia. Umbi ungu asal Filipina ini disebut sebagai tren setelah matcha. Berbagai kedai kopi global mulai menghadirkan menu berbahan ube.

Tren ube sebenarnya sudah muncul sejak pertengahan 2010-an. Saat itu, media gaya hidup mulai menyebutnya sebagai makanan populer. Kini, popularitasnya semakin besar melalui industri minuman.

Di Filipina, ube bukan sekadar bahan makanan biasa. Umbi ini menjadi bagian penting budaya kuliner masyarakat. Ube sering hadir dalam hidangan perayaan dan makanan tradisional.

Namun, meningkatnya popularitas ube membawa tantangan baru. Banyak orang luar Filipina mengenalnya tanpa memahami asal-usulnya. Identitas budaya ube mulai berisiko semakin kabur.

Melansir Philippine Daily Inquirer, Profesor sejarah Filipina-Amerika James Zarsadiaz menyoroti masalah tersebut. Ia menyebut banyak orang mengenal ube tanpa menghubungkannya dengan Filipina. Padahal, ube memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Filipina.

Ube juga sering disalahartikan sebagai talas ungu atau ubi ungu. Padahal, ketiganya memiliki perbedaan jenis tanaman. Ube memiliki nama ilmiah Dioscorea alata atau purple yam.

Berbeda dengan ubi ungu, ube berasal dari Asia Tenggara dan Oseania. Sementara ubi ungu berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Keduanya memiliki warna ungu alami dari kandungan antosianin.

Dari sisi rasa, ube memiliki karakter manis seperti vanila. Teksturnya lebih padat dan lembap saat diolah. Karena itu, ube cocok untuk berbagai jenis makanan penutup.

Ube biasanya digunakan dalam ube halaya, es krim, mochi, dan kue. Filipina menjadi salah satu negara utama penghasil ube. Produk olahan ube juga mulai menarik pasar internasional.

Namun, produksi ube Filipina menghadapi tantangan besar. Data Philippine Statistics Authority mencatat produksi menurun pada 2022. Jumlahnya mencapai sekitar 13.535 ton, turun dari tahun sebelumnya.

Permintaan global yang meningkat membuat Filipina harus bergerak cepat. Negara lain seperti China dan Vietnam mulai membudidayakan ube. Filipina perlu memperkuat produksi dan pengolahan lokal.

Pelaku pertanian Filipina mendorong pengembangan ube berkelanjutan. Mereka fokus meningkatkan kualitas, bukan hanya jumlah produksi. Upaya perlindungan identitas ube juga terus dilakukan.

Ke depan, Filipina ingin menjaga posisi ube sebagai produk khas. Keaslian, kualitas, dan keberlanjutan menjadi strategi utama. Dengan begitu, ube tetap dikenal sebagai warisan kuliner Filipina.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....