Ilmuwan Temukan Jejak Awal Roti dan Anggur di Georgia Kuno

  • 09 Mei 2026 12:32 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Siapa sangka, tradisi menikmati roti dengan wine sudah berlangsung sejak ribuan tahun lalu. Penelitian terbaru mengungkap wilayah Georgia Tenggara menjadi pusat awal budidaya gandum roti dunia.

Temuan itu diperkirakan berasal dari periode 6000 hingga 5800 sebelum masehi, artinya manusia sudah mengenal bahan roti sejak delapan milenium lalu.

Riset tersebut dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada akhir April 2026. Penelitian dipimpin profesor David Lordkipanidze bersama tim internasional dari Kanada dan Israel. Mereka meneliti situs Neolitikum Gadachrili Gora dan Shulaveris Gora di Georgia, demikian informasi dari laman Food And Wine.

Para peneliti menemukan butiran gandum kuno melalui proses penggalian arkeologi. Hasil penanggalan radiokarbon menunjukkan usia gandum mencapai 5922 hingga 5747 sebelum masehi. Temuan itu menjadi bukti fisik tertua gandum roti yang pernah ditemukan ilmuwan.

Menurut Lordkipanidze, kawasan tersebut menyimpan jejak pertanian manusia yang sangat penting. Ia menyebut leluhur masyarakat Georgia termasuk petani paling inovatif pada zamannya. Penemuan itu membantu ilmuwan memahami kehidupan manusia delapan ribu tahun lalu.

Menariknya, jenis gandum yang ditemukan masih digunakan masyarakat modern hingga sekarang. Gandum itu bernama Triticum aestivum dan mendominasi konsumsi gandum dunia. Sekitar 95 persen produk gandum global berasal dari jenis tersebut.

Profesor Nana Rusishvili, kepala Georgian National Museum, mengatakan Georgia kemungkinan pusat domestikasi gandum roti dunia. Ia telah mempelajari material tanaman kuno selama lebih dari lima dekade. Menurutnya, wilayah Kaukasus Selatan punya peran besar dalam sejarah pangan manusia.

Tak hanya roti, masyarakat kuno di kawasan itu juga diduga memproduksi anggur. Penelitian sebelumnya menyebut Gadachrili Gora termasuk lokasi pembuatan wine tertua dunia. Hal itu memperkuat hubungan roti dan wine dalam budaya manusia purba.

Profesor Melinda Zeder dari Smithsonian Institution's National Museum of Natural History, menyebut roti dan anggur bagian penting peradaban manusia. Peneliti berharap eksplorasi kawasan Anatolia dan Kaukasus terus dilanjutkan. Mereka yakin masih banyak penemuan bersejarah menunggu untuk diungkap.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....