Segarnya Es Pisang Ijo Warisan Kuliner Nusantara
- 31 Mar 2026 21:29 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep: Di tengah teriknya cuaca tropis, ada satu sajian khas Nusantara yang selalu berhasil mencuri perhatian: es pisang ijo. Bukan sekadar makanan penutup, hidangan ini adalah perpaduan budaya, warna, dan rasa yang menyatu dalam satu mangkuk sederhana namun menggugah selera.
Berasal dari Makassar, es pisang ijo dikenal dengan tampilannya yang unik—pisang yang dibalut adonan hijau lembut, disajikan bersama bubur sumsum, sirup merah, dan es serut. Namun di balik tampilannya yang cantik, tersimpan cita rasa yang kaya dan tekstur yang berlapis.
Bahan Utama:
- 5 buah pisang raja matang
- 100 gram tepung beras
- 50 gram tepung terigu
- 500 ml santan
- 100 ml air daun pandan/suji (untuk warna hijau alami)
- 1/2 sdt garam
- 2 sdm gula pasir
Untuk bubur sumsum:
- 50 gram tepung beras
- 400 ml santan
- Sejumput garam
Pelengkap:
- Sirup merah (cocoknya sirup cocopandan)
- Es serut atau es batu
- Susu kental manis (opsional)
- Cara Membuat:
Siapkan Pisang: Kukus pisang hingga matang, lalu dinginkan. - Adonan Hijau: Campurkan tepung beras, tepung terigu, santan, air pandan, gula, dan garam. Masak dengan api kecil sambil diaduk hingga mengental dan kalis.
- Membungkus Pisang: Ambil adonan secukupnya, pipihkan, lalu bungkus pisang hingga tertutup rata. Kukus kembali selama 10–15 menit.
- Bubur Sumsum: Campur semua bahan, masak dengan api kecil hingga mengental dan lembut.
- Bubur mutiara: Didihkan air, kemudian masukkan mutiara, dan tunggu hingga matang.
Saran Penyajian: Potong pisang ijo, susun di mangkuk, tambahkan bubur sumsum, bubur mutiara, sirup merah, es serut, dan susu kental manis jika suka.
Lebih dari sekadar hidangan yang membuat es pisang ijo ini istimewa bukan hanya rasanya, tapi juga fleksibilitasnya. Kini banyak variasi modern bermunculan, mulai dari ditambahkannya keju, cokelat, hingga penyajian ala dessert kekinian. Namun versi tradisional tetap punya tempat tersendiri di hati penikmatnya.
Es pisang ijo bukan hanya menyegarkan, tapi juga mengingatkan kita bahwa kekayaan kuliner Indonesia selalu punya cerita. Dari dapur sederhana hingga meja hidangan modern. (RIA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....