Ketupat Berselongsong Daun Siwalan, Aromanya Lebih Menggoda

  • 26 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Beragam bentuk ketupat disajikan saat perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Sumenep. Mulai dari ketupat bawang, ketupat tanduk, ketupat masjid, ketupat sate, hingga ketupat kodok. Di antara ragam tersebut, ketupat sinta atau ketupat pasar tetap menjadi yang paling umum dijumpai.

Selongsong ketupat yang digunakan masyarakat pun bervariasi, umumnya berasal dari anyaman daun siwalan atau daun kelapa. Pemilihan bahan ini bergantung pada selera masing-masing warga.

Salah seorang warga Kecamatan Bluto, Haromain, pada Kamis (26/3/2026), mengaku lebih menyukai selongsong ketupat dari daun siwalan atau lontar. Menurutnya, penggunaan daun tersebut memberikan aroma yang lebih khas setelah ketupat matang.

“Selain lebih wangi, warnanya juga lebih putih sehingga menarik untuk disantap bersama keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, selongsong dari daun siwalan muda juga membuat ketupat tidak mudah basi. Hal ini karena tekstur daun yang lebih tebal mampu menyerap kadar air setelah proses perebusan.

“Setelah direbus, ketupat menjadi lebih kokoh, teksturnya kuat, namun tetap lembut,” katanya.

Di Pulau Madura, tradisi Lebaran Ketupat umumnya dilaksanakan pada H+7 setelah Idulfitri. Pada momen tersebut, warga berkumpul di masjid, surau, dan musala untuk berdoa bersama, kemudian menikmati hidangan ketupat sebagai bentuk kebersamaan dan pelestarian tradisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....