Sate Gule Masih Eksis Menjelang Buka Puasa

  • 17 Mar 2026 13:19 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Menjelang waktu berbuka puasa, aroma khas sate dan gule kembali menggoda masyarakat di berbagai sudut kota. Di tengah menjamurnya kuliner modern, sajian tradisional ini tetap bertahan dan bahkan semakin dicari selama bulan Ramadan.

Pak Mamat salah satu pedagang sate gule yang mangkal di jalan Dr. Cipto Sumenep, mengaku mengalami peningkatan penjualan yang signifikan menjelang magrib. Hal ini tidak lepas dari kebiasaan masyarakat yang mencari makanan berat dan kaya rasa untuk membatalkan puasa. Perpaduan daging sate ayam, kambing dan sapi yang dibakar dengan bumbu kacang atau kecap, serta kuah gule yang gurih dan hangat, menjadi pilihan favorit banyak orang.

“Sate dan gule itu sudah seperti menu wajib saat buka puasa. Banyak pelanggan yang sengaja datang sebelum magrib untuk pesan,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.

Selain rasanya yang khas, harga yang relatif terjangkau juga menjadi alasan sate gule tetap diminati. Di tengah kenaikan harga bahan pokok, para pedagang berusaha mempertahankan kualitas tanpa menaikkan harga secara drastis agar tetap bisa dijangkau semua kalangan.

Sementara itu, Fajar (57) seorang pengunjung mengaku memilih sate gule karena praktis dan mengenyangkan. “Tidak sempat masak di rumah, jadi beli saja disini sebanyak 50 tusuk sate sambil tersenyum. Anak-anak juga suka, apalagi kuah gulenya gurih,” katanya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Meski tren makanan terus berubah, sate gule membuktikan eksistensinya sebagai hidangan yang tidak lekang oleh waktu, terutama di momen kebersamaan seperti bulan Ramadan.

Dengan terus ramainya pembeli setiap sore, sate gule tidak hanya menjadi makanan, tetapi juga bagian dari tradisi berbuka puasa yang terus hidup dari generasi ke generasi.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....