Apem Selong, Jajanan Tradisional Penuh Rasa dan Makna

  • 31 Jan 2026 05:59 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Kue apem selong merupakan salah satu jajanan tradisional yang menyimpan keunikan tersendiri di tengah ragam kuliner Nusantara. Berbeda dengan apem pada umumnya, apem selong memiliki bentuk lebih tebal dengan tekstur padat namun tetap lembut saat disantap. Kue ini kerap ditemui di pasar tradisional dan menjadi incaran penikmat jajanan lawas.

Keunikan apem selong terlihat dari cara pembuatannya yang masih mempertahankan metode tradisional. Adonan difermentasi secara alami sehingga menghasilkan aroma khas yang sulit ditiru oleh kue modern. Proses ini membuat apem selong memiliki cita rasa ringan, tidak terlalu manis, dan terasa lebih “hidup” di lidah.

Dari segi tampilan, apem selong tampil sederhana tanpa hiasan mencolok. Warna kecokelatan di bagian atas dan tekstur berpori menjadi ciri khas yang menandakan kematangannya. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi daya tarik, menghadirkan kesan autentik dan penuh nostalgia.

Apem selong biasanya dimasak dengan cara dipanggang menggunakan cetakan khusus, bukan dikukus seperti apem pada umumnya. Teknik pemanggangan ini memberikan sensasi rasa yang berbeda, terutama pada bagian pinggir kue yang sedikit kering namun tetap lembut di bagian dalam. Perpaduan tekstur ini menjadi salah satu alasan apem selong digemari.

Selain rasanya yang khas, apem selong juga memiliki nilai budaya yang kuat. Di beberapa daerah, kue ini sering disajikan dalam acara adat, selamatan, atau peringatan hari-hari tertentu. Kehadirannya dipercaya sebagai simbol kesederhanaan, kebersamaan, dan rasa syukur.

Keberadaan apem selong kini semakin jarang ditemukan, terutama di tengah gempuran jajanan modern. Namun, masih ada pedagang yang setia mempertahankan resep turun-temurun demi menjaga cita rasa aslinya. Upaya ini menjadi bagian penting dalam melestarikan kuliner tradisional.

Dengan segala keunikannya, apem selong tidak hanya sekadar makanan, tetapi juga bagian dari warisan budaya kuliner Indonesia. Cita rasa khas, proses pembuatan tradisional, serta nilai filosofis yang melekat menjadikan kue ini layak dikenang dan terus diperkenalkan kepada generasi muda. (RIA)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....