Roti Canai Gurih Khas Lingkar Timur

  • 25 Jan 2026 05:02 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Roti canai kini menjadi salah satu kuliner favorit masyarakat Sumenep, khususnya di kawasan Jalan Lingkar Timur, Sumenep. Hidangan yang berakar dari tradisi kuliner India ini telah beradaptasi dengan selera lokal dan berkembang menjadi sajian yang akrab di lidah warga, dari kalangan pelajar hingga keluarga.

Keberadaan roti canai di Lingkar Timur tak lepas dari peran pedagang kaki lima yang konsisten menjaga cita rasa. Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini dikenal sebagai titik kumpul penikmat roti canai, terutama pada sore hingga malam hari, ketika suasana mulai ramai dan aroma masakan memenuhi udara.

Ciri khas utama roti canai Lingkar Timur terletak pada teksturnya. Adonan diregangkan sangat tipis lalu dilipat berlapis-lapis sebelum digoreng, menghasilkan roti yang renyah di bagian luar namun tetap lembut di dalam. Teknik sederhana ini justru menjadi kunci kenikmatan yang membuatnya sulit dilupakan.

Dari sisi variasi, pilihan menu yang ditawarkan cukup beragam. Selain roti canai original, pengunjung bisa menikmati roti canai telur, keju, hingga pisang cokelat. Sajian ini semakin lengkap dengan kuah kari kambing atau ayam yang kaya rempah, ditambah acar mentimun dan taburan bawang goreng sebagai penyeimbang rasa.

Harga yang terjangkau menjadi daya tarik tersendiri. Dengan kisaran Rp5.000 hingga Rp15.000 per porsi, roti canai Lingkar Timur mampu menjangkau berbagai lapisan masyarakat tanpa mengorbankan kualitas rasa dan porsi.

Beberapa warung di kawasan ini telah memiliki pelanggan setia, salah satunya warung roti canai yang sudah beroperasi lebih dari satu setengah tahun. Konsistensi rasa membuat tempat-tempat tersebut selalu ramai, terutama di jam makan malam.

Lebih dari sekadar makanan, roti canai di Lingkar Timur telah menjadi bagian dari kehidupan sosial warga Sumenep. Warung-warung sederhana dengan meja bambu sering menjadi ruang bertemu, berbincang, dan berbagi cerita, menjadikan roti canai bukan hanya sajian gurih, tetapi juga simbol kebersamaan. (Zal)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....