Cah Kangkung Sambal Terasi Kuliner Sederhana
- 24 Jan 2026 14:19 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Di tengah maraknya kuliner modern, cah kangkung sambal terasi tetap bertahan sebagai hidangan favorit masyarakat Indonesia. Menu sederhana berbahan sayuran ini dikenal luas karena rasanya yang lezat, cara penyajian yang praktis, serta harga yang terjangkau oleh semua kalangan.
Cah kangkung merupakan olahan sayur kangkung yang dimasak dengan cara ditumis cepat menggunakan bawang putih, bawang merah, dan sedikit saus atau garam. Istilah “cah” sendiri berasal dari pengaruh kuliner Tionghoa, yang berarti memasak dengan teknik tumis cepat menggunakan api besar agar sayuran tetap segar dan renyah.
Sementara itu, sambal terasi memiliki akar kuat dalam budaya kuliner Nusantara, khususnya masyarakat pesisir. Terasi dibuat dari fermentasi udang atau ikan kecil yang kemudian diolah bersama cabai, bawang, dan tomat. Sambal ini telah dikenal sejak lama sebagai pelengkap makanan sehari-hari karena aromanya yang khas dan rasanya yang kuat.
Perpaduan cah kangkung dan sambal terasi diyakini mulai populer di kalangan masyarakat Jawa dan Madura sebagai menu rumahan yang praktis. Kangkung mudah ditemukan di sawah maupun perairan dangkal, sedangkan terasi merupakan hasil olahan laut yang melimpah di daerah pesisir. Kombinasi keduanya mencerminkan kesederhanaan sekaligus kekayaan alam lokal.
Dalam penyajiannya, cah kangkung sambal terasi biasanya disajikan bersama nasi putih hangat dan lauk pendamping seperti ikan goreng, tahu, atau tempe. Meski tampak sederhana, hidangan ini menawarkan keseimbangan rasa segar dari kangkung dan gurih pedas dari sambal terasi yang mampu menggugah selera.
Seiring waktu, cah kangkung sambal terasi tidak hanya menjadi menu rumahan, tetapi juga hadir di warung makan, rumah makan tradisional, hingga restoran. Beberapa daerah bahkan memberikan sentuhan khas masing-masing, baik dari tingkat kepedasan sambal maupun tambahan bumbu pada tumisan kangkung.
Hingga kini, cah kangkung sambal terasi tetap menjadi simbol kuliner rakyat yang merakyat dan tak lekang oleh waktu. Hidangan ini membuktikan bahwa kelezatan tidak selalu berasal dari bahan mahal, melainkan dari perpaduan tradisi, alam, dan kearifan lokal yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....