Sejarah dan Fakta Unik di Balik Sepotong Pizza
- 05 Okt 2025 06:05 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep: Pizza bukan sekadar makanan cepat saji yang lezat, tapi juga warisan budaya yang mendunia. Siapa sangka, makanan ini punya kisah panjang sejak zaman kuno hingga jadi ikon global.
Berawal dari roti pipih sederhana, pizza berevolusi menjadi simbol kuliner yang mencerminkan kreativitas dan kebersamaan. Dari Italia hingga Indonesia, pizza kini menjadi bahasa universal untuk “makan enak bersama.”
Jejak awal pizza bisa ditelusuri ke zaman Yunani dan Mesir kuno. Mereka memanggang roti pipih dengan aneka topping sederhana seperti minyak, rempah, dan bawang. Roti datar itu menjadi cikal bakal pizza modern yang kita kenal hari ini. Hidangan ini berkembang seiring budaya dan bahan lokal yang semakin beragam.
Menurut Facts, pizza modern lahir di kota Naples, Italia, pada akhir abad ke-18. Warga setempat mulai menambahkan saus tomat ke roti datar, menciptakan cita rasa baru yang disukai semua kalangan. Kreasi sederhana itu menjelma menjadi makanan rakyat yang kemudian mendunia. Dari jalanan Napoli, pizza melangkah ke restoran mewah dan meja makan keluarga di seluruh dunia.
Pizza menyeberang ke Amerika bersama para imigran Italia di akhir abad ke-19. Lombardi’s, pizzeria pertama di New York, dibuka pada tahun 1905 dan menjadi pelopor budaya pizza di Amerika. Dalam waktu singkat, pizza menjadi bagian tak terpisahkan dari kuliner Amerika. Setiap daerah mengembangkan gaya khasnya, mulai dari New York thin crust hingga Chicago deep dish.
Rekor pizza terbesar di dunia tercipta di Roma, Italia, pada tahun 2012. Pizza raksasa bernama “Ottavia” memiliki luas 1.261,65 meter persegi. Untuk membuatnya, digunakan hampir 10 ribu pon tepung, 4 ribu pon keju, dan 2 ribu pon saus tomat. Sajian kolosal ini membuktikan betapa pizza sudah menjadi kebanggaan kuliner Italia.
Setiap negara punya cara unik menikmati pizza sesuai selera lokal. Di Jepang, pizza sering diberi topping cumi-cumi dan mayones. Sementara di Swedia, ada kombinasi tak biasa seperti pisang dan bubuk kari. Variasi topping ini menunjukkan kemampuan pizza beradaptasi dengan budaya dan cita rasa setempat.
Kini, pizza menjadi salah satu makanan paling populer di dunia. Hampir setiap negara memiliki versi lokalnya yang menggambarkan identitas kuliner masing-masing. Dari restoran mewah hingga pinggir jalan, pizza menyatukan orang dari berbagai latar belakang. Tidak ada makanan lain yang begitu mudah diterima di semua budaya.
Pizza bukan hanya hidangan, tapi simbol persahabatan dan kebersamaan. Setiap potongnya membawa kisah panjang tentang inovasi dan tradisi yang berpadu harmonis. Saat menikmati sepotong pizza, kita sebenarnya ikut merayakan sejarah panjang kuliner manusia. Dari Napoli hingga meja makan Anda, pizza terus menghubungkan dunia lewat cita rasa yang tak lekang oleh waktu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....