Rujak Mak Sadira, Kuliner Legendaris Khas Lenteng Sumenep

  • 22 Apr 2025 20:13 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Bagi masyarakat Lenteng, Sumenep, nama Rujak Mak Sadira tentu sudah tak asing lagi. Rujak mak sadira telah menjadi bagian dari keseharian warga selama puluhan tahun.

Tidak hanya menawarkan sebuah rasa yang khas, Rujak Mak Sadira juga menyimpan cerita panjang tentang ketekunan dan keuletan yang kini telah bertahan hingga generasi ketiga.

Masyarakat Lenteng menjuluki rujak ini dengan nama rujak sayur. Mengapa rujak sayur? Karena hanya ada sayur kangkung, toge, irisan timun, tentunya dengan potongan lontong.

Rujak ini terbilang berbeda dan istimewa, karena menggunakan kacang tanah yang disangrai, bukan digoreng seperti pada umumnya. Teknik ini memberikan aroma khas yang lebih harum dan rasa kacang yang lebih kuat dan gurih, menjadikannya ciri khas yang sulit ditemukan di tempat lain.

Seorang pelanggan Fajar mengatakan, rujak mak sadira salah satu rujak legendaris dan memiliki aroma yang khas.

"Saya termasuk fans berat rujak mak sadira dari sejak SMP dan sekarang sudah punya anak, ya begini rasanya. Terus banyak cerita lah pokoknya," ujarnya sambil tersenyum, Selasa (22/4/2025).

Rujak Mak Sadira mulai buka setiap hari pukul 17.00 sore hingga malam hari. Meski hanya menggunakan meja dari bambu, atau lencak (sebutan orang sumenep), pembeli selalu ramai dan rela mengantri se keliling mejanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....