Mengapa Kita Sering Mengiler saat Tidur Nyenyak?
- 06 Okt 2026 12:59 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Banyak orang merasa risih saat mendapati bantal basah karena air liur di pagi hari. Fenomena ini sebenarnya adalah proses biologis alami tubuh manusia saat beristirahat. Kelenjar air liur tetap aktif bekerja meskipun Anda sedang tidur pulas sepanjang malam.
Mengutip Superpower, saat terjaga, kita menelan air liur secara otomatis ratusan kali sehari. Refleks menelan ini drastis menurun ketika kita memasuki fase tidur yang sangat lelap. Akibatnya, cairan tersebut menumpuk di dalam rongga mulut secara perlahan.
Hukum gravitasi bumi kemudian mengambil alih sisa cairan yang menumpuk tersebut. Posisi tidur miring membuat air liur keluar dengan mudah dari bibir yang terbuka. Kombinasi posisi tidur dan kondisi mulut terbuka menjadi pemicu utama kondisi ini.
Namun, beberapa orang mengalami produksi air liur berlebih yang jauh lebih parah. Penyebab tersering adalah hidung tersumbat yang memaksa seseorang bernapas lewat mulut. Alergi atau infeksi sinus sering menjadi biang keladi di balik kebiasaan ini
Selain itu, otot wajah yang rileks total membuat rahang menganga saat tidur. Otot yang mengendur ini membuat bibir terbuka tanpa bisa dikontrol oleh kesadaran. Hal ini sangat lumrah terjadi pada fase tidur nyenyak yang memulihkan energi
Faktor anatomi tubuh juga turut menentukan seberapa sering seseorang mengiler. Bentuk rahang kecil atau saluran napas sempit mempermudah mulut terbuka otomatis. Kondisi fisik bawaan ini membuat sebagian orang lebih rentan mengalami bantal basah.
Beberapa jenis obat tertentu ternyata dapat merangsang produksi air liur berlebih. Efek samping obat medis sering kali memicu kelenjar liur bekerja jauh lebih aktif. Pemeriksaan riwayat konsumsi obat harian sangat penting untuk mendeteksi penyebab pastinya.
Waspadai pula gangguan kesehatan serius seperti sleep apnea yang kerap terabaikan. Saluran napas yang menyumbat membuat penderita terpaksa bernapas menggunakan mulut mereka. Gejala ini biasanya disertai dengkuran keras dan rasa lelah saat bangun.
Refleks asam lambung atau GERD juga bisa memicu produksi air liur melonjak. Tubuh memproduksi lebih banyak air liur untuk menetralisir asam lambung yang naik. Kondisi ini biasanya memburuk jika Anda langsung tidur setelah makan malam.
Ada beberapa langkah sederhana untuk mengurangi kebiasaan mengiler setiap malam. Melatih posisi tidur telentang dan meninggikan bantal terbukti sangat efektif. Cara ini memanfaatkan gravitasi agar air liur mengalir kembali ke tenggorokan.
Menjaga kebersihan saluran hidung sebelum tidur juga mencegah pernapasan lewat mulut. Penggunaan semprotan hidung saline membantu melancarkan aliran udara pernapasan secara alami. Pernapasan hidung yang lancar akan menghentikan kebiasaan mengiler secara drastis.
Mengiler bukanlah masalah besar jika tidak disertai gejala medis lain. Namun, perubahan pola yang drastis memerlukan konsultasi medis untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kesehatan tubuh yang optimal tercermin dari kualitas tidur yang baik setiap malam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....