Peternak Kambing Bluto Keluhkan Banyak Ternak Mati
- 05 Okt 2026 15:31 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Peternak kambing di Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, resah akibat banyaknya ternak yang mati dalam sebulan terakhir. Kematian diduga berkaitan dengan penyakit kulit yang menyerang kambing dan dapat menular ke ternak lainnya.
Salah seorang peternak, Sumanan, warga Desa Pekandangan Sangra, mengaku kehilangan tiga ekor kambing akibat penyakit tersebut. Gejalanya berupa gatal, kulit kemerahan, hingga bulu mengalami kerontokan.
“Kulit kambing mengalami gatal, kemerahan, lalu bulunya rontok dan mati,” katanya, Senin, 5 Oktober 2026.
Menurut Sumanan, penyakit tersebut awalnya hanya menyerang satu ekor kambing dengan kondisi kulit mengeras, berkerak, dan bersisik. Penyakit kemudian menular ke kambing lainnya hingga menyebabkan tiga ekor kambing miliknya mati.
“Awalnya satu ekor yang terkena, kemudian menular ke kambing lainnya. Total ada tiga ekor yang mati,” ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Yamah, peternak yang masih bertetangga dengan Sumanan. Ia mengatakan dua ekor kambing miliknya juga mengalami gejala serupa dan akhirnya mati sekitar sebulan lalu.
“Milik saya dua ekor juga seperti itu, mati. Kejadiannya sekitar sebulan lalu,” katanya.
Sementara itu, peternak lainnya, Anas, mengaku dua ekor anak kambing miliknya juga mati akibat penyakit tersebut. Namun, induknya berhasil diselamatkan setelah dirinya meminta bantuan petugas penyuluh kesehatan hewan.
“Induknya bisa diselamatkan setelah memanggil penyuluh kesehatan hewan, kemudian disuntik dan disemprot obat antikutu,” tuturnya.
Petugas penyuluh peternakan, Jufri, mengimbau masyarakat segera melaporkan ternak yang mengalami sakit, baik kambing maupun sapi, untuk mendapatkan pemeriksaan.
“Kalau ada ternak yang sakit, baik kambing maupun sapi, hendaknya segera dilaporkan agar bisa diperiksa dan ditangani,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....